Pemahaman Konsep Teorema Pythagoras dengan Model Discovery Learning

Oleh : Sri Ningsih

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Adanya pandemi Covid-19 membuat pemerintah mengambil kebijakan dengan menerapkan social distancing. Ini untuk meminimalisasi penularan Covid-19. Segala kegiatan seperti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah harus dilakukan di rumah atau dilakukan secara online.

Dalam pelaksanaan pembelajaran secara online ini semua pihak dituntut untuk mengerahkan segala tenaga dan pikiran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Baik sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua semua terlibat dalam proses pembelajaran ini. Guru sebagai pendidik dan pengajar harus menggunakan strategi dan model pembelajaran yang tepat dalam menyampikan materi pada peserta didik agar tepat sasaran. Dengan kemampuan peserta didik yang tentunya berbeda-beda tingkat kemampuan dan daya pikirnya, maka pemilihan metode dan media pembelajaran sangatlah penting.

Hal tersebut juga terjadi di SMP Negeri 1 Andong, dimana materi pada mata pelajaran matematika harus tepat sasaran pada peserta didik. Maka dari itu, penulis menggunakan konsep Teorema Pythagoras dengan model discovery learning, sebagai salah satu solusinya.

Menurut Cahyo (2013:100), menjelaskan model pembelajaran discovery learning merupakan salah satu metode pembelajaran yang mana peserta didik mendapatkan pengetahuan baru yang sebelumnya belum diketahui serta tidak melalui pemberitahuan tetapi peserta didik menemukan sendiri.

Baca juga:   Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Berita dengan Model Investigasi Kelompok

Discovery learning merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan dalam implementasi Kurikulum 2013 menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses. Langkah-langkah kerja model pembelajaran discovery learning adalah pemberian rangsangan (stimulation), pernyataan/identifikasi masalah (problem statement), pengumpulan data (data collection). Pengolahan data (data processing), pembuktian (verification), menarik kesimpulan/generalisasi (generalization).

Tujuan dalam pembelajaran ini adalah siswa dapat belajar dari rumah dengan penuh semangat dan mengurangi rasa jenuh serta dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan teorema Pythagoras.

Adapun langkah-langkah dalam pembelajaran ini siswa diminta mengamati tayangan materi melalui media power point yang sudah dikirim melalui grup WhatsApp dan membaca buku paket serta buku pegangan siswa (stimulation).

Mengidentifikasi masalah tentang pengertian teorema Pythagoras dari power point dan buku. Mengumpulkan data rumus-rumus teorema Pythagoras dengan melihat contoh-contoh pada buku maupun power point. Mengolah data tentang tripel Pythagoras dari beberapa pasangan bilangan serta menyelesaikan lembar kerja siswa. Membuktikan kebenaran teorema Pythagoras dengan menghitung luas persegi pada sisi miring sama dengan jumlah luas persegi pada sisi siku-sikunya. Menarik kesimpulan dari hasil pekerjaan pada lembar kerja.

Baca juga:   Pembelajaran Daring IPA Lebih Bermakna dengan Project Based Learning

Sebagai umpan balik dalam pembelajaran ini siswa diberi tugas untuk mengerjakan soal sebagai dasar penilaian pada link geogle form yang sudah dikirim melalui WhastApp. Dengan geogle form guru dapat dengan cepat melihat hasil pekerjaan siswa. Jika hasilnya kurang memuaskan maka perlu diadakan perbaikan pembelajaran maupun perbaikan penilaian.

Dengan pembelajaran model discovery learning peserta didik lebih aktif dan kreatif berusaha menemukan sendiri konsep-konsep matematika dan memungkinkan peserta didik belajar mandiri di rumah. Dari beberapa hasil yang sudah dikirim melalui geogle form, dapat diketahui seberapa besar penguasan materi oleh peserta didik karena mereka dapat melihat nilainya secara langsung.

Model pembelajaran discovery learning diharapkan dapat menjadi solusi dari kesulitan guru SMP Negeri 1 Andong dalam memilih model pembelajaran. (pg2/lis)

Guru Matematika SMP N 1 Andong

Author

Populer

Lainnya