Power Point Tingkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia

Oleh: Jati Utomo, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEMAJUAN ilmu pengetahuan dan pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan semua kegiatan manusia bisa dikendalikan oleh majunya teknologi tersebut. Kemodernan dan kecanggihan teknologi telah masuk kesemua lini kehidupan. Salah satunya di dunia pendidikan. Apalagi sejak musibah virus corona menyebar seluruh Indonesia, dunia pendidikan dituntut untuk melakukan pembelajaran yang berbeda dari biasanya agar penyebaran virus corona terputus. Pembelajaran di masa pandemi ini mengharuskan sistem pendidikan berkolaborasi dengan teknologi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Ridwan Sanjaya yang diunduh dari https://news.unika.ac.id/2017/12/pembelajaran-kolaboratif-era-digital bahwa dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Wenworth (2014) pada beberapa perusahaan, pembelajaran kolaboratif dengan teknologi ternyata dapat meningkatkan fokus antara 73% sampai dengan 83% karyawan.

Pendapat tersebut oleh penulis diterapkan ketika pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Kompetensi Dasar Teks Negosiasi pada indikator menganalisis unsur teks negosiasi . Pada kesempatan itu, guru menyampaikan materi melalui ceramah. Hasil mengerjakan tugas menganalisis unsur teks negosiasi tersebut hanya 27,78% atau 10 siswa dari jumlah 36 siswa yang mendapat nilai minimal KKM atau lebih sehingga dapat dikatakan rendah. Berdasarkan hasil komunikasi melalui ceramah, para siswa berpendapat bahwa belajar dengan mendengarkan mudah mengantuk, kurang semangat, kurang menarik, dan cepat jenuh. Untuk mengatasi hal itu, guru harus menyesuaikan diri dalam mengajar dengan perkembangan zaman. Karena saat ini zaman digitalisasi, guru juga harus mampu mengikuti dan menggunakan teknologi dalam mengajar, seperti pepatah” Guru Yang Berani Mengajar adalah Guru Yang Berani Belajar” . Dengan menggunakan teknik menganalisis unsur negosiasi dalam tayangan Power Point (PPT) tentang peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan proses negosiasi, hasil belajar siswa kelas X AKL 1 SMKN Karangpucung meningkat yaitu 91,67% atau 33 siswa dari 36 jumlah siswa mampu menganalisis unsur negosiasi dengan baik dan benar. Berdasarkan pendapat beberapa siswa bahwa pembelajaran dengan tayangan Power Point (PPT) dapat memunculkan motivasi belajar, lebih menarik siswa dalam belajar artinya siswa dapat belajar dengan lebih baik. Selanjutnya, siswa mudah memahami apa yang disampaikan dengan melihat tayangan Power Point (PPT) tersebut.

Baca juga:   Menyenangkan Belajar IPS dengan Model Picture and Picture

Uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia yang berbasis ceramah untuk kondisi pandemi seperti ini kurang menarik siswa. Oleh sebab itu, diperlukan kreativitas guru untuk memotivasi siswa dengan cara kekinian pula, yaitu adanya perpaduan atau kolaborasi antara materi pembelajaran dengan menggunakan Power Point. (gb1/zal)

Guru SMKN Karangpucung

Author

Populer

Lainnya