Model Probing Prompting Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan

Agus Sudigdo, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Transfer of Knowledge pada proses pembelajaran adalah sebagai bagian dari kompleknya pendidikan. Banyak makna dalam pendidikan terutama pada proses pembelajaran. Perkembangan siswa dampak dari proses pembelajaran tidak terlepas dengan kodrat siswa sebagai mahluk sosial.

Guru profesional harus dapat menangkap kodrat alamiah siswa sebagai makhluk sosial menjadi bagian dari proses pembelajaran. Guru dapat memasukkan unsur hubungan sosial siswa dalam perencanaan pembelajaran yang kemudian di teruskan menjadi proses pembelajaran. Pelibatan siswa dalam sebuah kelompok belajar, diskusi dan berpendapat akan meningkatkan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran.

Model pembelajaran probing prompting termasuk ke dalam model pembelajaran yang menggunakan asas cooperative learning atau pembelajaran yang kooperatif. Model pembelajaran probing prompting merupakan salah satu model pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok. Berdasarkan asal katanya, probing artinya penyelidikan, pemeriksaan sedangkan prompting artinya mendorong atau menuntun. Hamdani (2011:23), menjelaskan bahwa model pembelajaran probing prompting adalah pembelajaran dengan menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali gagasan siswa sehingga dapat melejitkan proses berpikir yang mampu mengaitkan pengetahuan dan pengalaman siswa dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari.

Model pembelajaran probing prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengakitkan pengetahuan setiap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya siswa mengkonstruksikan konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan.

Baca juga:   Materi Kenampakan Alam lebih Mengasyikan dengan Peta Bolong dan Bendera Kata

Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif, siswa tidak bisa menghindar dari proses pembelajaran. Kemungkinan akan terjadi suasana tegang, namun demikian bisa dibiasakan.

Untuk mengurangi kondisi tersebut, guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah, suara menyejukkan, nada lembut. Ada canda, senyum, dan tertawa, sehingga suasana menjadi nyaman, menyenangkan, dan ceria. Jangan lupa, bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar, ia telah berpartisipasi.

Berikut Langkah-langkah yang harus dilakukan : 1) Guru memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang sebelumnya telah dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran apa yang akan dicapai. 2) Guru memberikan waktu untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut kira-kira 1-15 detik sehingga siswa dapat merumuskan apa yang ditangkapnya dari pertanyaan tersebut. 3) Setelah itu secara acak, guru memilih seorang siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut, sehingga semua siswa berkesempatan sama untuk dipilih. 4) Jika jawaban yang diberikan siswa benar, maka pertanyaan yang sama juga dilontarkan kepada siswa lain untuk meyakinkan bahwa semua siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran namun, jika jawaban yang diberikan salah, maka diajukan pertanyaan susulan yang menuntut siswa berpikir ke arah pertanyaan yang awal tadi sehingga siswa bisa menjawab pertanyaan tadi dengan benar. Pertanyaan ini biasanya menuntut siswa untuk berpikir lebih tinggi, sifatnya menggali dan menuntun siswa sehingga semua informasi yang ada pada siswa akan membantunya menjawab pertanyaan awal. 5) Meminta siswa lain untuk memberi contoh atau jawaban lain yang mendukung jawaban sebelumnya sehingga jawaban dari pertanyaan tersebut menjadi kompleks. 6) Guru memberikan penguatan atau tambahan jawaban guna memastikan kepada siswa bahwa kompetensi yang diharapkan dari pembelajaran tersebut sudah tercapai dan mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran tersebut. (gb1/ton)

Baca juga:   Chemo Edutainment Dengan Sosiodrama

Guru SDN 03 Tegalontar Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya