Simple, Fokuskan Siswa Belajar melalui Metode CPD

Oleh : Teguh Santoso S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN di jenjang sekolah dasar (SD) secara formal berlangsung selama 6 tahun, dari kelas 1 sampai kelas 6. Maksud dan tujuannya, agar anak Indonesia menjadi seorang individu yang telah diamanatkan atau yang sudah dicita-citakan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dalam pelaksanannya, pendidikan di SD diberikan kepada siswa dengan sejumlah materi atau mata pelajaran yang harus dikuasainya.

Keberhasilan atau kegagalan suatu pendidikan pada dasarnya dapat dilihat dari perubahan sikap dan tingkah laku atau dari prestasi hasil pembelajaran yang dicapai oleh peserta didik yang telah mendapat proses pembelajaran. Namun tidak semua kegiatan belajar mengajar bisa mendapatkan hasil yang optimal sesuai yang diinginkan oleh guru dalam mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Apa yang telah dicapai siswa dalam melakukan kegiatan belajar, sering disebut hasil belajar. Kemampuan prestasi rata-rata peserta didik kelas 6 SDN 01 Krompeng menurun drastis, pada mata pelajaran apapun. Hal ini menyebabkan penulis harus kreatif supaya bisa mengubah keadaan yang tidak diharapkan. Misalnya penulis bisa menghindari turunnya hasil belajar siswa.

Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode. Ini merupakan metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa, yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode kombinasi yang dipilih penulis adalah Metode Plus Demonstrasi (CPD), metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk penyampaian informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan buku dan alat bantu peraga.

Baca juga:   Model Two Stay Two Stray Dapat Meningkatkan Hasil Belajar

Metode demonstrasi yaitu metode dimana pengajarannya menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan pada seluruh kelas tentang suatu proses suatu petunjuk untuk melakukan sesuatu. Lebih mudah dan efisien waktu dibandingkan dengan metode penyampaian secara langsung atau yang sering orang sebut sebagai metode ceramah itu. Karena biasanya murid-murid lebih bisa memahami dan mengamatinya secara langsung dari penjelasan yang panjang tanpa adanya praktik.

Beberapa langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam metode CPD ini yaitu, tahap persiapan. Pertama, merumuskan tujuan yang ingin dicapai, Kedua, menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan. Ketiga, mempersiapkan alat bantu. Tahap pelaksanaan. Keberhasilan pelaksanaan ceramah sangat ditentukan oleh langkah ini. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam langkah pembukaan, yaitu, yakinkan bahwa siswa memahami tujuan yang akan dicapai, lakukan langkah apersepsi, yaitu langkah menghubungkan materi pelajaran yang lalu dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Ketiga, guru merencanakan dan menetapkan urutan-urutan penggunaan bahan dan alat yang sesuai dengan pekerjaan yang harus dilakukan. Keempat, guru menunjukkan cara melaksanakan dengan menggunakan metode demonstrasi ini. Keempat, menetapkan waktu yang diperlukan oleh peserta didik untuk demonstrasi dan perkiraan waktunya untuk meniru. Kelima, peserta didik memperhatikan dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, Keenam, guru akan memberikan motivasi yang diberikan baik bila peserta didik berhasil maupun kurang berhasil.

Baca juga:   Metode Kooperatif ST Bikin Kreatif Siswa Pelajari Matematika

Penggunaan metode yang tepat dapat menunjang keberhasikan keterampilan menulis. Salah satu metode CPD ini mampu menekankan perhatian murid pada guru. Artinya siswa akan terpusat kepada apa yang sedang didemonstrasikan. Dengan ini, para peserta didik lebih terarah dan mengurangi pandangan peserta didik pada hal-hal yang tidak penting diamati. (ce4/ida)

Guru SDN 01 Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya