Sederhananya Metode Plus dapat Menarik Siswa untuk Bersemangat Belajar

Oleh : Mugihadi S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia di muka bumi ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan manusia. Dalam kondisi apapun, manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan. Pendidikan diambil dari kata dasar didik, yang ditambah imbuhan menjadi mendidik. Mendidik berarti memelihara atau member latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Permasalahan pendidikan adalah suatu masalah yang sangat komplek. Apabila ditelaah lebih jauh, maka kita akan menemukan sekumpulan hal-hal rumit yang sangat susah untuk disiasati. Peserta didik SDN 01 Mayangan kebanyakan siswa kelas 6 tidak bersemangat belajar. Terutama mata pelajaran matematika. Penyebab bosannya siswa tersebut sebenarnya sangat bervariasi, siswa menganggap pelajaran tersebut tidak disukai, penggaruh dari sifat penggajar yang penggunaan meode ceramah terus. Metode ceramah, sebuah metode pembelajaran, yang apabila dibandingkan dengan metode lain dianggap paling tidak efekfif (paling lemah), tetapi justru banyak digunakan oleh guru.

Metode mengajar ialah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada pelajar, karena penyampaian itu berlangsung dalam interaksi edukatif. Selain model pembelajaran yang inovatif, karena anak sekolah dasar (SD) masih berada pada tahap perkembangan operasional konkret maka dalam pembelajaran untuk anak SD juga diperlukan media yang dapat memperlancar pembelajaran. Sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai.

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Belajar IPA melalui Metode Eksperimen

Penulis menerapkan metode ceramah yang bervariasi dengan media akan lebih mengena atau membuat siswa tertarik untuk belajar. Media pembelajaran berperan dalam mengoptimalkan proses pembelajaran. Media benda konkret adalah media pembelajaran yang berasal dari benda-benda nyata yang banyak dikenal oleh peserta didik dan mudah didapatkan. Media ini mudah digunakan oleh guru dan peserta didik karena media ini sering dijumpai di lingkungan sekitarnya.

Selanjut menurut Syaodih (2010), konkret atau objek yang sesungguhnya akan memberikan rangsangan yang amat penting bagi siswa dalam mempelajari berbagai hal, terutama yang menyakut pengembangan keterampilan tertentu.

Melalui penggunaan objek nyata ini, kegiatan pembelajaran yang melibatkan semua indra siswa. Media objek sebenarnya dibagi menjadi dua yaitu media objek alami dan media objek buatan. Media konkret adalah segala sesuatu yang nyata yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari guru kepada siswa, sehingga siswa dapat merangsang pikiran, perhatian, dan minat siswa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Penerapan metode ceramah plus media memberikan dampak baik terhadap peserta didik. Materi yang akan diajarkan dengan benda konkret di sekitar siswa, agar siswa dapat tertarik dan mudah memahami materi matematika. Melalui ceramah, guru dapat mengontrol keadaan kelas, oleh karena sepenuhnya kelas merupakan tanggung jawab guru yang memberikan ceramah. Dengan media memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar. (ce4/ida)

Baca juga:   Senangnya Belajar Perbedaan Waktu sambil Bermain Pesan Berantai

Guru SDN 01 Mayangan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya