Mengenal Buku Fiksi dan Nonfiksi di Perpustakaan Sekolah

Oleh : Suciati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Buku adalah barang yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Apalagi seorang siswa buku itu selalu mereka sentuh, buka dan baca. Buku adalah jendela dunia. Dengan buku wawasan didapat, seseorang bisa mengintip dan mengetahui kondisi dunia tanpa harus berkunjung langsung ke belahan dunia tersebut.

Membaca buku adalah meningkatkan literasi bagi siswa yang menyenangkan.

Penulis mengangkat mengenal buku fiksi dan nonfiksi di perpustakaan sekolah dalam penulisan artikel, bagi siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Pemalang. Macam-macam buku fiksi harus di kenal siswa seperti roman, novel cerpen. Sedang buku nonfiksi seperti buku harian, ilmiah, teks, dokumen desain, filsafat, makalah ilmiah, panduan dan manual. Buku-buku semacam itu harus mereka pahami dan mulai dibaca sehingga tahu isi dan maksud serta perbedaannya.

Literasi di negara kita lebih rendah dibanding negara-negara lain. Hal ini merupakan tantangan bagi kita agar upaya semangat gemar membaca ditanamkan dan tumbuh pada siswa. Menurut Henry Guntur Tarigan, “Fiksi adalah suatu karya sastra yang berasal dari hasil imajinasi penulis.”

Fiksi diartikan sebagai cerita rekaan khayalan dan tidak berdasarkan dengan kenyataan, pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pemikiran. Ciri-ciri dari fiksi bersifat imajinasi pengarang, terdapat kebenaran yang tidak mutlak, menggunakan bahasa yang bukan sebenarnya atau konotatif.

Baca juga:   VP dan MR, Efektif Tingkatkan Hasil Belajar Sejarah Perjuangan Nabi

Tujuannya menyasar pada emosi dan mengesampingkan logika, tidak memiliki sistematika yang baku, memiliki pesan moral atau amanat tertentu. Yang termasuk fiksi seperti roman yaitu karya sastra berbentuk prosa yang berisi pengalaman kehidupan tokoh, mulai lahir, dewasa sampai meninggal.

Contoh Gadis Empat Zaman. Novel adalah karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang yang berada di sekelilingnya dan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Contoh novel Tenggelamnya Kapal Vander Wick. Cerpen adalah jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan atau menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas disertai dengan berbagai konflik. Contoh cerpen Kedai dan Penjual Garam, Legenda Dewi Bulan.

Nonfiksi adalah karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan nonfiksi biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan, artikel, skripsi, tesis, desertasi, makalah.

Penulis bekerja sama dengan petugas perpustakaan mendata semua siswa beserta kartu bukti peminjaman buku dari masing-masing kelas. Kegiatan ini dilakukan pada saat jam pelajaran sekolah dan jam istirahat.

Baca juga:   Senangnya Belajar Gaya an Gerak Dengan Media Permainan Senapan Gaya

Dalam jam pembelajaran di sekolah siswa diberi kesempatan memilih dan membaca buku sesuai keinginannya. Peran guru terfokus pada siswa agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik. Sebab bila guru tidak memantau langsung dikhawatirkan siswa akan membuang waktu tanpa hasil.

Peran petugas perpustakaan pun dilibatkan dengan mencatat jumlah buku yang sudah terpinjam dengan jumlah siswa secara tertib. Mereka ikut menjaga kondisi perpustakaan saat dipergunakan siswa dalam pembelajaran. Apabila kegiatan tersebut tidak melibatkan pihak lain kondisi tidak terkontrol. “Metode pembelajaran merupakan langkah operasional dan strategi pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran” (Sani, 2013:158).

Perpustakaan merupakan tempat untuk belajar maka mempengaruhi semangat membaca dan untuk berlama-lama berada di sana. Siswa lebih tertarik setelah melihat tempat yang bersih dan nyaman, penyusunan buku yang rapi serta tata ruang yang mengesankan.

Kegiatan tersebut berjalan lancar khususnya bagi siswa di SMP Negeri 5 Pemalang. Demikian pula respon siswa merasa kegiatan ini mempunyai manfaat yang besar. Selain menambah pengetahuan, menambah wawasan, serta diberi kesempatan dengan membaca buku bersama teman-teman. Siswa saling bertukar pendapat tentang isi buku yang telah dibacanya. (ag1/lis)

Guru SMPN 5 Pemalang

Author

Populer

Lainnya