TMT Tingkatkan Kesantunan Berbahasa

Oleh : Intentrem, S.Pd. SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19, membuat pembelajaran berlangsung secara dalam jaringan (Daring) untuk mencegah penyebaran dan penularan virus. Selama pembelajaran Daring, guru dan siswa biasanya menggunakan komunikasi tulis melalui media sosial. Padahal bahasa tulis, sering menimbulkan salah arti dalam pengintonasian. Karena itu, perlu beberapa kata agar tidak terjadi kesalahpahaman dan ada penghargaan bagi pembaca atau penerima. Dalam komunikasi, masih banyak siswa kurang santun bebahasa. Misalkan saat bertanya atau menjawab pertanyaan dari guru, mereka memakai bahasa yang sama pada teman se akan-akan tak ada tingkat kesantunan berbahasa antara guru dan siawa.

Menurut markhamah (2013), kesantunan merupakan suatu cara penutur saat berkomunikasi supaya tidak tertekan, tersudut dan tersinggung. Kesantunan berbahasa berhubungan dengan etika atau tata cara berbahasa. Oleh karena itu, penulis sebagai guru kelas di SD Negeri 03 Majalangu Kec. Watukumpul dalam mengajar mapel bahasa indonesia dalam KD “ Kesantunan Berbahasa ”, menggunakan rumus TMT (Tolong, maaf, terima kasih).

TMT merupakan singkatan dari “ Tolong, Maaf dan Terima kasih ”. melalui TMT, diharapkan siswa SD Negeri 03 Majalangu Watukumpul – Pemalang dapat memahami etika dalam berbahasa. Siswa diharapkan lebih santun bertutur kata baik secara lisan maupun tulis terhadap gurunya. Kata “ Tolong ” digunakan saat meminta bantuan dari seseorang. Kata itu biasanya di gunakan pada wal lkalimat perintah untuk menjaga kesantunan. Penggunaan kata “ Tolong ”, membuat kalimat yang terdengar kasar terasa lebih santun.

Baca juga:   Media Gambar dan Video Pembelajaran Tingkatkan Hasil Belajar Kebugaran Jasmani

Kata “ maaf ”, merupakan ungkapan penyesalan saat seseorang merasa bersalah. Namun dalam kesantunan berbahasa, kata “ maaf ”dapat dijadikan permintaan ijin atau penghargaan pada orang lain. Kata “ maaf ” bisa digunakan untuk memulai kalimat misalnya, saat menyanggah pendapat teman, menyela perkataan, minta izin. Ungkapan “ Terima Kasih ”, biasanya untuk mengungkapkan rasa syukur, senang atau bahagia. Namun tidak salah mengungkapkan penghargaan pada seseorang dengan mengucapkan terima kasih. Agar bisa berbahasa lebih santun setelah bertanya, meminta tolong atau berbicara dengan siapa pun, di akhiri dengan ucapan terima kasih.

Pemakaian Teknik TMT yang penulis terapkan pada siswa SD Negeri 03 Majalangu Watukumpul – Pemalang, di mulai dengan pemberian pengarahan. Pada siswa tentang tata cara berbahasa baik. Setiap bertanya pada guru atau mengirim pesan pada guru harus memulai dengan kata “ maaf ” dan mengakhiri dengan “ Terima Kasih ”. bila meminta bantuan menggunakan kata “ Tolong ” . setiap menyanggah pendapat teman memakai kata “ maaf ”.

Baca juga:   Menggunakan Loose Parts untuk Pembelajaran Anak PAUD

Selain itu guru harus bisa menjadi contoh bagi siswa. Guru juga membiasakan dan memakai tiga kata itu dalam kegiatan pembelajaran. sehingga siswa berusaha santun terhadap guru menggunakn kata “ Tolong ” saat akan memberikan tugas. Guru mengakhiri pembelajarn, dengan kata “ Terima Kasih ”, atau siswa telah meyesuaikan tugas, guru juga mengucapkan kata “ terima kasih ”.

Setelah penulis terapkan di SD Negeri 03 Majalangu Watukumpul, sebagian besar siswa juga mengikuti memakai kata “ Tolong ”. “ Maaf ” dan “ Terima Kasih ” dalam pembelajaran atau saat berkomunikasi pada guru di luar waktu pembelajaran. (pg2/zal)

Guru SDN 03 Majalangu, Pemalang

Author

Populer

Lainnya