Parodi Tingkatkan Hasil Belajar Asma’ul Khusna secara Optimal

Oleh : Sugi Rachayu, S.Pd. I.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, TIDAK dapat dipungkiri, hasil belajar yang optimal merupaka tujuan dari proses pembelajaran. hasil belajar yang optimal menunjukan mutu kelas, mutu guru dan mutu sekolah. Guru dalam proses pembelajaran yang bermutu akan menghasilkan hasil belajar yang bermutu juga. Hasil belajar adalah kemampuan siswa setelah menerima pengalaman belajar. Menurut Hamalik (2014 : 31) hasil belajar adalah pola perbuatan, nilai, pengetahuan, sikap, apresiasi dan keterampilan. Namun perlu di ingat, meskipun tujuan pembelajaran di rumuskan secara jelas dan baik, hasil belajar yang diperoleh belum tentu optimal. Karena hasil yang baik itu di pengaruhi oleh komponen – komponen lain, terutama bagaimana aktivitas siswa sebagai subjek belajar.

Keberhasilan belajar sangat di pengaruhi oleh beberapa faktor, pertama: faktor internal, yaitu dari dalam diri siswa seperti, minat, bakat, usaha dan motivasi. Kedua: faktor eksternal, yaitu faktor dari luar diri siswa, antara lain lingkungan belajar, lingkungan keluarga, guru dan pelaksanaan pembelajaran.

Minat dan motivasi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang dapat guru kondisikan. Bentuk pengkondisian itu antara lain dengan menciptakan pembelajaran yang nyaman dan tidak membosankan ketika tercapai suasana kelas yang bahagia, siswa senang belajar di rumah walau tanpa tatap muka, hanya virtual ( daring ), da tujuan pembelajaran tercapai mudah dan menyenangkan. Oleh karena itu penulis sebagai guru PAI di SD Negeri 02 Gapura – Watukumpul Pemalang mencoba menggunakan strategi mengajar “ Parodi ” dalam mengajar PAI dalam KD “ Asmaul Khusna ”. Karena strategi mengajar parodi sengat cocok pada materi – materi yang cenderung hafalan. Guru hanya perlu menyiasati dengan mengubah dalam link lagu.

Baca juga:   Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Hiragana melalui Permainan Puzzle

Parodi dalam pembelajaran merupakan salah satu model pembelajarn yang mudah dan menyenangkan. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, parodi adalah seni atau karya seni yang sengaja meniru gaya dari penulis atau pencipta lain dengan efek mencari kejenakan. Pembelajaran menggunakan parodi lagu membantu siswa mudah mengingat pelajaran melalui lirik berisi informasi pelajaran.

Penulis sebagai guru PAI di SD Negeri 02 Gapura Kec. Watukumpul – Pemalang dalam mengajar KD “ Asmaul Khusna ”, sudah menerapkan parodi dalam pembelajarannya. Ada beberapa langkah strategi parodi dalam pembelajaran tersebut. Pertama; Guru dan siswa memilih judul lagu. Kedua; Guru dan siswa membuat contoh parodi lagu. Ketiga; Guru meminta siswa menulis lagu sederhana dan yang mereka hafal. Keempat; Guru meminta siswa mengamati lirik lagu sesuai dengan materi hafalan Asmaul Khusna.

Parodi kemudian di masukan dalam vidio pembelajaran yang dibagikan ke group Whatsapp kelas. Guru juga meminta siswa membuat vidio parodi lagu yang kelak di kirim ke Whatsapp pribadi guru. Dengan parodi dalam pembelajaran “ Asmaul Khusna ” para siswa SD Negeri 02 Gapura Watukumpul lebih semangat belajarnya, khususnya saat menghafal materi Asmaul Khusna. Akhirnya prestasi belajar siswa pun meningkat dengan hasil optimal.

Baca juga:   Video Kartun Mudahkan Siswa Menghafal Surat-Surat Pendek

Akhirnya penulis menyimpulkan, bahwa dengan pendekatan parodi dalam pembelajaran PAI pada KD “ Asmaul Khusna ” ini, memberikan pengaruh positif kepada siswa SD Negeri 02 Gapura – Watukumpul karena disajikan dalam bentuk lagu. Materi mudah diingat oleh siswa. Pembelajaran ini dapat mengaktifkan semua peserta didik dan meningkatkan hasil pemahaman materi Asmaul Khusna. (pg2/zal)

Guru SDN 02 Gapura, Pemalang.

Author

Populer

Lainnya