Percobaan Sains Sederhana Usir Kebosanan Belajar Anak Selama Daring

Oleh: Basori, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Masa pandemi Covid-19 ini membuat pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan di bidang pendidikan. Mulai tanggal 16 Maret 2020 pemerintah mengeluarkan keputusan agar sekolah yang biasanya tatap muka dialihkan dengan belajar di rumah. Sekolah menerapkan metode pembelajaran secara daring. Sistem ini merupakan pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet.

Membangun suasana menyenangkan bagi anak menjadi hal penting dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) di saat pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan berakhir ini. Dengan cara itu pembelajaran akan lebih efektif karena anak tak mudah bosan dan merasa mendapat banyak tekanan.

Dengan belajar yang menyenangkan anak-anak kian termotivasi untuk belajar lebih maksimal. Hal ini beralasan karena kian hari persoalan yang menyertai PJJ juga makin kompleks. Masalah yang banyak dihadapi selama pembelajaran di masa pandemi ini adalah ketiadaan gawai, susah sinyal, kuota habis, mata lelah hingga belajar pun terasa sulit.

Pola pengajaran yang kreatif dengan menghadirkan suasana menyenangkan agar peserta didik tidak merasa bosan. Di saat sekolah ditiadakan dan siswa harus belajar di rumah, sering kali rasa bosan muncul. Apalagi jika belajarnya berisi rutinitas seperti membaca atau menulis saja. Perlu dilakukan cara belajar yang asyik, menimbulkan rasa penasaran kepada anak-anak, tetapi tidak lupa tetap menambahkan pengetahuan baru.

Baca juga:   Pembelajaran Gerak Spesifik Bola Basket dengan Pembelajaran Kooperatif

Dalam mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam selain secara konsep juga praktik. Selama pembelajaran PJJ selain konsep yang diajarkan praktik sederhana bisa dilakukan secara mandiri. Eksperimen ini bisa dibuat dengan biaya yang murah, dengan alat-alat yang bisa diperoleh di dapur dan berlangsung dalam waktu yang pendek sehingga tidak menimbulkan kebosanan baru.

Melakukan eksperimen sain sederhana untuk situasi pendemi ini sangat menarik bagi anak. Rasa bosan akan teori yang ada digantikan dengan pengalaman baru yang menarik dengan teknik sederhana. Materi ini penulis terapkan pada siswa kelas VII SMP N 3 Pegandon di semester 1. Melalui panduan secara daring seorang guru menugaskan anak untuk melakukan eksperimen sains dengan memanfaatkan benda di sekitar mereka. Percobaan yang dilakukan bersifat aman, tidak berbahaya, dan murah meriah.

Sebagai contoh anak menegenali asam basa dan garam, uji makanan seperti uji karbohidrat dan uji vitamin C dll. Bahan yang diperlukan mudah ditemukan dalam rumah. Misalnya anak bisa mencari dan mengumpulkan bahan yang ada disekitarnya. Percobaan asam basa dan garam misalnya cukup dengan mengenali rasanya asam (kecut), basa (pahit ) dan garam (asin). Uji karbohidrat dengan mempersiapkan iodit atau yodium dan biasa diganti dengan betadine dan bahan bahan yang mengandung karbohidrat. Untuk praktik uji vitamin C siswa cukup mempersiapkan bahan misalnya buah-buahan dan iodit. Iodit kita pakai sebagai indikator karena iodit larut dalam vitamin C. Siswa tinggal membandingkan sari buah dari hasil ektrak yang diteteskan ke larutan iodit atau betadine, berdasarkan tingkat kelarutannya dan perubahan warnanya. Anak-anak merekam dan mencatat setiap aktivitasnya. Apabila ada kesulitan bisa dikonsultasikan dengan guru lewat daring. Percobaan yang sukses ditampilkan di grup. Teman yang lain saling memberi komentar yang membangun. Percobaan tidak selalu berhasil. Anak yang belum berhasil dalam percobaan disuport dan dipandu satu dengan yang lainnya. Senyum bahagia akan keberhasilan terlihat di raut wajahnya. (pg2/lis)

Baca juga:   Pembelajaran Berbasis Projek Tingkatkan Kompetensi Chest Pass Basket

Guru IPA SMPN 3 Pegandon, Kendal

Author

Populer

Lainnya