Penanaman Konsep Operasi Hitung Bilangan Bulat dengan Motul

Oleh : Nuryanti S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu kesulitan belajar yang dialami siswa kelas VI SDN Pungangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, adalah saat memahami dan menerapkan konsep operasi hitung bilangan bulat. Terutama yang melibatkan bilangan bulat negatif. Penanaman konsep operasi hitung bilangan bulat yang biasa dilakukan adalah menggunakan pendekatan garis bilangan dan pendekatan pola bilangan (model maju mundur dan anak panah).

Menurut Adi Wijaya (2009:11), teknik tersebut masih memiliki kelemahan yaitu munculnya masalah dimana, siswa masih sulit membedakan simbol negatif yang berfungsi sebagai tanda suatu bilangan atau simbol negatif sebagai operasi pengurangan.

Oleh karena itu, perlu adanya inovasi pembelajaran untuk mengatasi permasalahan pada saat mengajarkan konsep operasi hitung bilangan bulat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, guru menggunakan media Motul untuk pembelajaran operasi hitung bilangan bulat.

Media Motul merupakan media yang memanipulasi garis bilangan dengan menggunakan aplikasi berbasis Microsoft Power Point. Garis bilangan dimanipulasi dengan jalan raya yang dilengkapi bilangan bulat berderet seperti garis bilangan serta mobil balap sebagai media penanaman konsepnya.

Baca juga:   Jadi Guru yang Dirindukan Peserta Didik dan Masyarakat

Media Motul merupakan media yang sesuai digunakan dalam pembelajaran operasi hitung bilangan bulat karena memiliki kelebihan dalam penggunaannya. Pembelajaran dengan menggunakan media Motul dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Hal ini disebabkan karena siswa dapat menerapkan pembelajaran secara langsung melalui permainan multimedia. Selain itu, media Motul dapat menggiring pola berpikir siswa dari yang konkret, semi abstrak, dan kemudian dapat mengembangkan pikiran secara abstrak. Keadaan ini akhirnya membuat siswa mudah mempelajari konsep operasi hitung bilangan bulat.

Penggunaan media Motul memiliki aturan-aturan yang harus disepakati oleh guru dan siswa sehingga dapat menggunakan media ini dengan baik. Aturan-aturan tersebut antara lain, a) pergerakan mobil diawali dari titik nol, b) bilangan positif ditandai dengan bergerak ke arah kanan, c) bilangan negatif ditandai dengan bergerak ke arah kiri, d) penjumlahan ditandai dengan mobil bergerak maju, e) pengurangan ditandai dengan mobil bergerak mundur, dan f) jika setelah penjumlahan atau pengurangan bertemu dengan bilangan negatif mobil berbalik arah.

Baca juga:   Belajar Aritmatika Sosial Lebih Menyenangkan dengan Metode Sosiodrama

Dalam memanipulasi media Motul, siswa membuat tiruan mobil dan jalan raya dengan memanfaatkan barang bekas. Langkah pertama siswa mengamati pembelajaran menggunakan media Motul pada tautan berikut, https://www.youtube.com/watch?v=RTYvuj9TqN0

Setelah membuat tiruannya, siswa mempresentasikan hasilnya kerja di rumah melalui aplikasi whatsapp.

Dengan penggunaan media Motul ini, penulis menyimpulkan bahwa siswa merasa lebih bersemangat serta memudahkan siswa dalam memahami konsep operasi hitung bulangan bulat. Hal ini disebabkan siswa dapat menerapkan pembelajaran secara langsung melalui permainan multimedia. Selain itu, siswa dapat mengikuti alur materi secara berurutan, hal ini membuka pola pikir siswa sesuai dengan arah konsep materi sehingga siswa mudah memahami dan menerapkan operasi hitung bilangan bulat. (pg2/ida)

Guru SDN Pungangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya