Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis CTL

Oleh : Farisiyah, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Agama Islam pada dasarnya menempati posisi yang strategis dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional terutama dalam membentuk iman dan takwa serta mengembangkan karakter siswa-siswi.

Hal ini karena pendidikan agama Islam pada akhirnya dimaksudkan untuk membentuk manusia yang berkualitas yang memiliki ketangguhan iman dan ilmu pengetahuan (Syarif Khan, 1986: 37-38). Hal ini juga dinyatakan oleh A.D. Marimba (1986: 27) bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah “Terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran Islam”.

Ahmad Tafsir menyatakan kegagalan pendidikan agama Islam di sekolah saat ini disebabkan salah paradigma. Praktik pendidikan agama yang berkembang di sekolah saat ini lebih memprioritaskan aspek kognitif sehingga baru sampai pada tahap knowing dan belum menyentuh aspek doing dan being (Media Indonesia, 3 Desember 2004).

Untuk itu sudah saatnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) mulai diarahkan untuk membantu mewujudkan manusia-manusia handal yang mampu mengembangkan kreatifitasnya dan berjiwa inovatif, salah satunya dengan mengembangkan berbagai model. Dalam pendekatan CTL (Contextual Teaching And Learning) penulis berharap dampak yang dirasakan oleh siswa-siswi adalah menjadikan proses pembelajaran PAI lebih menarik dan tidak cepat mengalami kejenuhan, yang selanjutnya materi tersebut dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:   Flipped Learning Jurus Jitu PTMT IPS

Permasalahan yang terjadi di SD Negeri 03 Kesesi ini adalah kurangnya ketertarikan siswa-siswi akan materi yang disampaikan yang dirasa membosankan karena kegiatan selalu bersifat monoton. Sehingga berdampak pada kurang terwujudnya perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan akhlak baik yang telah diajarkan sehingga tidak sesuai dengan harapan penulis.
CTL (Contextual Teaching And Learning) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa. Dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

Artinya, dengan konsep ini hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Sedangkan proses pembelajarannya berlangsung alamiah, dalam bentuk siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa.

Tahapan proses pembelajaran model CTL yang penulis terapkan pada peserta didik kelas VI dengan materi “Membiasakan Perilaku Terpuji“ adalah belajar secara aktif, untuk itu para siswa diminta membuat kelompok kecil 4 sampai 7 orang mendiskusikan tema yang diberikan oleh guru atau diperoleh sendiri oleh anggota tersebut.

Simulasi langsung, model ini membawa situasi pembelajaran mirip dengan sesungguhnya ke dalam kelas. Seperti siswa memainkan peran menjadi imam dan makmum salat duhur di masjid/musala/kelas sekolah. Metode belajar yang difokuskan pada pemanfatan informasi yang tersedia, baik diberikan oleh guru atau para siswa mencari sendiri dalam rangka membangun pengetahuan dengan cara belajar mandiri. Proses belajar yang dilakukan atas inisiatif siswa sendiri, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian terhadap pengalaman belajar yang telah dijalani.

Baca juga:   Pembelajaran Praktik Produktif Sistem Rem dengan Metode TSS

Metode belajar berkelompok yang dirancang oleh guru untuk memecahkan suatu masalah atau mengerjakan salah satu tugas yang materinya terstruktur. Kelompok ini terdiri atas beberapa siswa dengan kapasitas kemampuan yang sangat beragam. Sehingga keaktifan semua siswa dapat tercapai tidak hanya di monopoli oleh salah satu siswa saja yang memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi dibanding lainnya.

Puji syukur Alhamdulillah dengan model pembelajaran CTL ini siswa-siswi lebih aktif dan tidak bosan dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga hasil yang diperoleh dapat diterima dengan baik. Terbukti ada perubahan perilaku yang lebih baik dan ada peningkatan hasil belajar. (gb1/lis)

Guru PAI SDN 03 Kesesi, Kabupeten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya