Mudahnya Menulis Pantun dengan “Cari Kata Kunci, Tulis di Sini”

Oleh : Eni Pujiati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran sastra dapat meningkatkan empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, membaca, menulis, dan berbicara. Salah satu pembelajaran sastra adalah menulis puisi. Manfaat menulis puisi antara lain menyalurkan dorongan melahirkan perasaan yang kuat, yang pada umumnya terdapat dalam diri. Dan melatih cara mengungkapkan perasaan dengan kata yang tepat.

Salah satu bentuk puisi lama adalah pantun. Menurut Surana (2010:31) pantun adalah sebuah bentuk pantun lama yang terdiri dari empat larik yang berima silang á-b-a-b’, larik pertama dan kedua disebut sampiran atau bagian objektif yang biasanya berupa lukisan alam atau hal apa saja yang bisa diambil sebagai kiasan, larik ketiga dan keempat sebagai isi.

Beberapa kendala teknis dalam menulis pantun yang berasal dari siswa, antara lain: kesulitan dalam menemukan ide, kesulitan menemukan kata pertama dalam pantunnya. Kesulitan mengembangkan ide menjadi pantun karena minimnya penguasaan kosakata.

Di SMP Negeri 1 Wonopringgo, kemampuan siswa dalam menulis pantun masih rendah. Salah satu strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis pantun adalah ‘Cari Kata Kunci, Tulis Di sini’.
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, Trianto (2010:139) mengatakan strategi diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan siswa dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang digariskan.

Baca juga:   Inspirasi Peningkatan Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Lagu Manca

Deporter dan Henarcki (2010:301) mengatakan proses kreatif mengalir melalui lima tahap yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, verifikasi, dan aplikasi. Berikut ini penjabaran di antara keduanya. Persiapan yang dilakukan guru menyampaikan standar kompetensi dan tujuan pembelajaran keterampilan menulis pantun. Guru menyampaikan materi pembelajaran (keterampilan menulis pantun) secara singkat jelas, dan padat. Siswa mencari satu kata kunci yang menjadi dasar dalam penulisan pantun. Inkubasi, dilakukan oleh siswa dalam bentuk mengamati gambar dengan saksama. Pengamatan gambar dilakukan untuk melihat secara renik di seluruh isi gambar sebagai pemantik munculnya ide-ide kreatif siswa.

Iluminasi, berdasarkan gambar yang diamati siswa menuangkan kata kunci. Kata kunci ditulis (‘di sini’) di larik ketiga kata terakhir. Setiap kata kunci dapat diberikan warna berdasarkan keinginan siswa.

Verifikasi, menemukan beberapa kata kunci berdasarkan gambar, tukarkan kata kunci yang siswa dapat dengan teman sebangkunya. Setelah semua siswa mendapat kata kunci mereka harus melengkapi kata kunci dengan cara merangkai kata menjadi kalimat yang runtut sesuai dengan syarat-syarat pembuatan pantun. Dimulai dengan melengkapi kalimat di larik ketiga, kemudian dilanjutkan larik keempat. Setelah selesai larik ketiga dan keempat kemudian baru menulis sampiran yaitu larik pertama dan kedua tetapi tetap dengan memperhatikan sajak atau persamaan bunyi akhir. Larik pertama sajaknya harus sama dengan larik ketiga, larik kedua sajaknya harus sama dengan larik keempat.

Baca juga:   Peran Orang Tua dalam Mendampingi Belajar Anak di Masa Pandemi Covid-19

Aplikasi, dilakukan dengan tujuh langkah dalam menulis pantun menggunakan strategi ‘kata kunci, tulis di sini’. Siswa mengamati gambar untuk mencari kata dan tulis di larik ketiga kata terakhir. Kata yang siswa peroleh merupakan kata kunci yang digunakan untuk menulis pantun. Siswa menguraikan kata kunci menjadi larik-larik pantun. Pengembangan kata kunci menjadi larik-larik pantun dilakukan dengan memadukan dan mengolah kata-kata dengan memperhatikan syarat-syarat penulisan pantun. Siswa mengolah larik-larik, sehingga membentuk pantun. Siswa bersama guru menyunting pantun yang telah ditulis. Apabila masih terdapat kesalahan, maka direvisi atau diperbaiki kembali.

Siswa mendemonstrasikan karya hasil menulis pantun. Guru menyimpulkan materi pembelajaran. Dan siswa melakukan refleksi. Dengan strategi pembelajaran ‘Kata Kunci, Tulis di Sini’, siswa lebih terpacu untuk meningkatkan keterampilan menulis pantun melalui cara yang menyenangkan. Mampu mengekspresikan diri, menambah kepercayaan diri serta tidak membosankan. Selain itu, tercipta pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM). (gb1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Wonopringgo

Author

Populer

Lainnya