Metode Tutor Sebaya Mudahkan Mencari Volume Bangun Ruang

Oleh : Susi Setiawati S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MASIH banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami matematika kelas VI dengan materi volume bangun ruang. Pertama, peserta didik mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep yaitu kesulitan memahami unsur-unsur dari berbagai macam bangun ruang. Hal ini disebabkan karena peserta didik merasa belum paham konsep sehingga peserta didik cenderung menjawab asal-asalan. Peserta didik juga belum tepat dalam menggunakan rumus volume baik prisma, tabung, maupun kerucut. Kesulitan tersebut ditandai dengan rumus yang digunakan tidak sesuai untuk menyelesaikan soal yang diminta. Akibatnya, mempengaruhi hasil akhir dari jawaban peserta didik karena menggunakan rumus yang salah.

Kedua, selain penerapan konsep yang masih keliru, dalam penghitungan pun masih terdapat kendala. Peserta didik masih banyak yang mengalami kesulitan dalam operasi hitung (perkalian dan pembagian). Peserta didik kurang terampil menghitung perkalian dan pembagian yang memuat bilangan pecahan dan desimal. Kesulitan yang dilakukan peserta didik karena belum paham bentuk satuan dari volume, tapi sudah terburu-buru menyelesaikan soal sehingga tidak teliti saat menghitung.
Agar dapat meningkatkan kemampuan peserta didik baik dalam memahami konsep-konsep maupun melakukan operasi hitungnya, guru harus mengubah strategi pembelajaran. Penulis menggunakan teknik tutor sebaya untuk dapat mendukung pembelajaran tesebut.
Menurut Winataputra (1999), model pembelajaran Tutor Sebaya adalah kegiatan belajar peserta didik dengan memanfaatkan teman sekelas yang mempunyai kemampuan lebih untuk membantu temannya dalam melaksanakan suatu kegiatan atau memahami suatu konsep.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Model RME

Sementara Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2006) menyatakan bahwa yang terpenting untuk menjadi Tutor Sebaya adalah dapat diterima/disetujui oleh peserta didik yang mendapatkan program perbaikan sehingga peserta didik tidak mempunyai rasa takut atau enggan bertanya kepadanya. Tidak tinggi hati, kejam atau keras hati terhadap sesama kawan. Mempunyai daya kreativitas yang cukup untuk memberikan bimbingan yang dapat menerangkan pembelajaran kepada temannya. Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tutor sebaya merupakan pembelajaran yang mandiri, karena peserta didik menggantikan fungsi guru untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar.

Adapun tujuannya memenuhi kebutuhan peserta didik yaitu dalam hal meningkatkan prestasi dan motivasi belajar sehingga memenuhi standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan sekolah. Adapun langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut, 1) bagi peserta didik menjadi kelompok kecil dengan tingkat kemampuan heterogen, sebanyak sub-sub materi yang akan disampaikan guru.

Peserta didik yang memiliki tingkat kemampuan yang lebih pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor. 2) Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari satu sub materi. Setiap kelompok dibantu oleh peserta didik yang pandai sebagai tutor. 3) Beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam maupun di luar kelas. 4) Setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai dengan tugas yang telah diberikan. Guru bertindak sebagai narasumber utama.

Baca juga:   Literasi Digital, Mengikis Budaya Malu Bertanya di Kelas

Tutor Sebaya adalah teman yang memiliki prestasi dan kemampuan yang lebih dari teman-teman lainnya. Teman yang ditunjuk sebagai tutor untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar. Ini dikarenakan hubungan pertemanan umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru dengan peserta didik. (ipa1/ida)

Guru SD Negeri Wonobodro 01

Author

Populer

Lainnya