Metode Air Melatih Siswa dalam Memahami Materi

Oleh : Amin Farida S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BANYAKNYA tugas yang diberikan kepada peserta didik secara beruntun dan harus selesai dalam satu minggu selama setahun terakhir menyebabkan kejenuhan. Kini peserta didik mengalami titik kebosanan dengan gaya belajar yang monoton selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Mereka semakin tersiksa dengan banyaknya tekanan tugas dan kekangan. Kebiasaan berkumpul sharing dengan teman sudah terkebiri.

Padahal guru mata pelajaran matematika selalu berharap peserta didik memiliki pemahaman dalam menelaah setiap materi pelajaran yang diberikan guru secara daring. Peserta didik memiliki kemauan untuk terus mengulang kembali materi-materi yang diberikan dengan mengerjakan latihan soal. Sehingga keterampilan peserta didik berkembang dam mampu memecahkan permasalahan setiap soal yang dihadapi dengan baik.

Harapan tersebut seperti sulit tercapai. Pasalnya, selama ini pembelajaran tatap muka sebelum adanya pandemi Covid-19 saja, banyak yang masih sulit paham untuk materi-materi tertentu. Karena itu, guru dituntut memiliki kejelian metode untuk materi yang sangat sulit di mata anak-anak.

Apalagi kondisi peserta didik di kelas 8 SMPN 31 Semarang masih memiliki minat yang rendah pada mata pelajaran matematika. Hal ini terlihat dalam pembelajaran daring melalui google classroom. Banyak peserta didik kurang aktif dan masih banyak yang belum mengikuti pembelajaran maupun dalam pengumpulan tugas-tugas. Guru mata pelajaran berusaha bekerjasama dengan wali murid, guru BK, dan orang tua murid. Dengan harapan, semua peserta didik akan mengikuti pembelajaran daring sesuai harapan. Bayak keluhan dari orang tua karena ketidakpahaman dalam menerapkan rumus dengan soal-soal yang diberikan. Selain itu, kendala kuota data dan alat komunikasi yang mengalami gangguan.

Baca juga:   RME dan Kinemaster Bangkitkan Nilai Materi Peluang yang berkarakter

Dari pengalaman itulah, penulis sebagai mencoba menggunakan metode AIR (Auditory, Intellectually, Repetition). Metode ini mirip dengan metode SAVI dan VAK. Yang membedakan hanyalah pada repetisi. Yaitu pengulangan yang bermakna pendalaman, perluasan, pemantapan, dengan cara peserta didik dilatih melalui pemberian tugas atau quis.

Penerapan pola pembelajaran AIR tersebut pada mata pelajaran matematika, meliputi 1) dengan mengajak peserta didik mendalami setiap kiriman materi lewat google classroom di tugas kelas untuk menyimak audio visual berupa video yang kemudian di tulis langkah-langkah contoh soalnya dalam buku catatan mereka masing-masing. Dengan begitu peserta didik dapat menggulang kembali materi hari ini dengan melihat buku catatan. 2) Setelah peserta didik melakukan pengulangan materi yang sudah diberikan melalui catatan mereka, guru memberikan latihan soal dengan kualitas soal yang paling mudah terlebih dahulu. Hasil kerja siswa dalam menyelesaikan soal tersebut akan diulas kembali dengan mencocokkan jawaban beserta langkah-langkah pemecahan soal. 3) Jika peserta didik sudah dapat memahaminya, dilanjutkan dengan pemberian tugas dengan cara pengulangan soal-soal latihan dengan kualitas soal dengan level yang lebih tinggi lagi.

Baca juga:   Drill Memperlancar Menyelesaikan Matematika

Dengan demikian peserta didik maupun orang tua sebagai pendamping belajar di rumah dapat memahami dan mendalami setiap materi yang diberikan guru di google classroom. Interaksi antara guru mata pelajaran dengan peserta didik dan orang tua sebagai pendamping belajar di rumah terus dilakukan melalui grub whatsapp sehingga peserta didik tidak ada yang merasa terabaikan atau mengalami kesulitan dalam pembelajaran daring. (ipa1/ida)

Guru Matematika SMPN 31 Semarang

Author

Populer

Lainnya