Kreativitas Pembelajaran Ragam Hias di Masa Pandemi

Oleh : Erlin Sofiyanti, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SMP 1 Karangdadap adalah satu lembaga pendidikan di sekolah menengah pertama dan merupakan sekolah yang menerapkan Kurikulum 13. Menuntut siswa memiliki karakter.
Covid-19 masih menjadi perbincangan utama sejak kemunculanya awal Desember tahun 2019. Bagaimana tidak, virus ini telah menginfeksi jutaan orang di dunia hingga membatasi aktifitas kegiatan di luar rumah.

Pembelajaran daring di masa pandemi menambah kreativitas guru dalam memberikan pembelajaran yangmenyenangkan dan memberikan kekreatifan peserta didik dalam berpikir (Wahyuaji N.R. dan Suparman 2018).

Tujuan belajar tercapai menggunakan model pembelajaran daring sehingga suasana pembelajaran siswa lebih aktif, inovatif, kreatif dan tidak membosankan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, bekerja sama berbagai platform yakni menyediakan aplikasi pembelajan daring.

Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang diperoleh dengan cara menghubungkan beberapa hal yang sudah ada dan menjadikan suatu yang baru.
Kreativitas pembelajaran ragam hias merupakan kemampuan untuk menemukan cara-cara atau ide yang baru. Ragam hias perlu ditingkatkan dengan banyak melakukan latihan agar memperoleh hasil yang lebih maksimal. Dari banyak latihan muncul kreativitas.

Baca juga:   PBL, Pemilos dan Penanaman Nilai-Nilai Demokrasi di Sekolah

Kemajuan zaman dan perkembangan teknologi memang menyediakan berbagai fasilitas yang memudahkan hidup manusia. Tidak sedikit orang yang berpendapat bahwa kreatif itu lebih bernilai dibandingkan cerdas. Mengingat di zaman sekarang tantangan dan problema kehidupan kian kompleks.Untuk itu ide baru yang inovatif dan tanpa kreativitas yang tinggi hal ini sulit diwujudkan.
Tanah air kita membutuhkan pendidik berfikir kreatif untuk merespon perkembangan kehidupan yang kian cepat terkait dengan teknologi dan ilmu pengetahuan. Inilah sebabnya lembaga pendidikan akan menjadi ujung tombak dalam mencetak siswa-siswi yang kreatif (http://www.google.com/kreativitas).

Membuat ragam hias yang terinspirasi dari alam, yang terdapat beberapa motif yang meliputi flora, fauna, figuratif dan geometris. Motif-motif tersebut yang menumbuhkan untuk mengembangkan dengan imajinasi dan kreativitas sendiri.

Pembelajaran kreatif dan inovatif diharapkan dapat memberikan bekal yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dan masalah dalam hidup yang tak menentu.

Kemampuan guru yang senantiasa mengembangkan bahan atau materi pelajaran dalam menciptakan suasana yang menarik dan tenang serta bisa memodifikasi pelajaran. Pembelajaran daring di masa pandemi dalam suasana yang menyenangkan termotivasi. Selain itu perlu dukungan orang tua ini akan banyak membantu guru mencapai tujuan setiap sesi pembelajaran daring yang dilakukan.

Baca juga:   Magic Card Tingkatkan Kemampuan Menulis Descriptive Text

Belajar daring bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Dalam belajar juga disesuaikan dengan kapasitas masing-masing siswa. Siswa dapat bekerja dengan kecepatan mereka sendiri. Belajar secara daring juga memberikan kesempatan bagi para siswa untuk menjaga perilaku baik melalui interaksi sosial dengan guru maupun teman-temannya.

Dapat disimpulkan kreativitas adalah kemampuan berfikir dalam mengembangkan ide kemudian mengombinasikan hingga didapatkan produk baru orisinil dan tepat guna berdasarkan unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. Meskipun di tengah pandemi Covid-19 ini, sistem pendidikan harus siap memasuki era baru untuk membangun kreativitas mengasah skill siswa dan peningkatan kualitas diri (https://www.timesindonesia.co.id/red/pebelajaran-on-line-di-tengah–pandemi-Covid-19).

Kreativitas dalam proses belajar mengajar dapat memperoleh hasil belajar yang baik. Pembelajaran ini dapat dijadikan salah satu masukan untuk menginspirasi dan meningkatkan kinerja guru untuk mencapai kurikuler yang lebih optimal. (gb1/lis)

Guru Seni Budaya SMP Negeri 1 Karangdadap

Author

Populer

Lainnya