Pembelajaran Sistem Gerak dengan Picture and Picture melalui Media Whatsapp

Oleh : Yuliati Khasanah, S.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran interaktif adalah pembelajaran yang melibatkan seluruh pelaku pembelajaran yaitu guru dan peserta didik. Interaksi merupakan bagian terpenting dalam kegiatan pembelajaran. Terciptanya interaksi yang baik antar pelaku pembelajaran yaitu antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa akan mendatangkan pengalaman belajar yang menarik.

Menurut Vernon A. Magnessen dalam buku Sang Pembelajar dan Guru Peradaban (Syafii Antonio Muh, 2017) bahwa belajar adalah 10% dari apa yang dibaca, 20% dari apa yang didengar, 30% dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang dilihat dan didengar, 70% dari apa yang dikatakan dan 90% dari apa yang dikatakan dan dilakukan. Seorang guru yang baik harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif agar proses pembelajaran bisa berlangsung secara maksimal dan hasilnya memuaskan sesuai dengan kriteria ketuntasan minimum yang sudah ditentukan.

Metode pembelajaran Picture and picture melalui media whatsApp merupakan salah satu alternative yang penulis pilih ketika menyampaikan materi “Sistem Gerak pada Manusia” pada pembelajaran biologi daring kelas XI MIPA2 di MAN 2 semarang. Ketika pembelajaran berlangsung secara luring, guru dapat menggunakan torso kerangka untuk menjelaskan materi yang berkaitan dengan sistem gerak pada manusia. Keberadaan torso dapat digantikan dengan berbagai macam picture sehingga peserta didik dapat belajar secara nyata dari gambar-gambar yang di-share oleh guru melalui media whatsApp.

Baca juga:   Whatsapp Group Media Familier dalam Pembelajaran IPS

Menurut Suprijono dalam buku Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran (Huda Mitfahul, 2015), Picture and Picture merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi perangkat utama dalam proses pembelajaran. Untuk itulah sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar-gambar dalam bentuk screenshoot pict maupun charta yang akan ditampilkan sebagai bahan diskusi saat pembelajaran berlangsung. Charta ini juga bisa dijadikan sebagai bahan LKDP (Lembar Kerja Peserta Didik) untuk penugasan kelompok yang akan didiskusikan melalui WAG masing-masing kelompok.

Adapun sintaks langkah-langkah penerapan strategi Picture and Picture ini dapat dilihat sebagai berikut: 1) Penyampaian kompetensi, pada tahap ini guru menyampaikan kompetensi dasar dan indicator-indikator ketercapaian kompetensi dari materi yang disampaikan, sehingga ketercapaian kompetensi bisa terukur. 2) Presentasi materi, pada tahap ini guru telah menciptakan momentum awal pembelajaran, guru harus berhasil memberi motivasi agar semua peserta didik siap melakukan smua tahapan proses pembelajaran. 3) Penyajian gambar, guru menyajikan gambar dan mengajak siswa untuk aktif terlibat aktif dalam proses pembelajaan dengan mengamati gambar yang dishare guru di group wa. 4) Pemasangan gambar, guru menunjuk siswa secara bergantian untuk melengkapi keterangan gambar atau guru bisa melakukan inovasi yang lain misalnya biarkan anak berkompetensi berebut untuk memasangkan gambar sehingga pembelajaran lebih terasa hidup atau bisa juga dengan undian sehingga peserta didik merasa memang harus bena-benar siap untuk menjalankan tugas yang diberikan. 5). Penjajakan, pada tahap ini guru menanyakan kepada peserta didik mengenai penjelasan dari gambar yang sudah dipasangkan, guru memberikan umpan balik agar proses diskusi menjadi lebih menarik. 6) Penyajian kompetensi, berdasarkan komentar dan penjelasan dari peserta didik, guru dapat memberikan penekanan dan penjelasan ulang sesuai dengan kompetensi dan indicator yang hendak dicapai. 7) Refleksi, di akhir pembelajaran, guru dan peserta didik saling berefleksi mengenai materi yang sudah dipelajari hari ini.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Lingkaran dengan MML

Dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan, dengan menggunakan metode Picture and Picture melalui media whatsApp, pembelajaran materi Sistem Gerak Pada Manusia dapat berlangsung dengan baik. Sebanyak 90% siswa aktif mengikuti dan terlibat langsung dalam melengkapi gambar. Penilaian secara kognitif juga memuaskan, daya serap mencapai 85%, rata-rata nilai 80,12 lebih dari KKM yang sudah ditentukan. (lbs1/ton)

Guru Biologi MAN 2 Semarang, Kab. Semarang

Author

Populer

Lainnya