Pembelajaran di Sekolah Pinggiran dalam Masa Pandemi

Oleh: Pratin Sumedi, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 telah melanda dunia dan entah sampai kapan. Hal ini menjadikan setiap orang harus menyadari akan kesehatannya. Dan perlunya menjaga jarak dalam interaksi sosial, karantina, dan isolasi sehingga setiap individu yang rentan tidak akan terkena virus.

Kita yang sehat jangan sampai tertular, yang sakit jangan sampai menulari. Ada pula kondisi seseorang yang tampak sehat tapi bisa membawa virus yang bisa menyebabkan orang lain sakit. Apabila setiap orang menyadari betapa pentingnya kedisiplinan dalam menjaga kesehatan. Setidaknya dia telah banyak menolong pencegahan wabah tersebut tidak semakin meluas. Dirinya sehat orang lain juga sehat.

Hampir setiap hari siswa-siswi SDN 01 Sidoharjo menanyakan kepada gurunya kapan bisa sekolah seperti sediakala. Banyak siswa merasa bosan dengan pembelajaran jarak jauh berbasis daring ataupun luring yang dilakukan setahun sejak pandemi Covid-19.

SD Negeri 01 Sidoharjo merupakan sekolahyang barada di Desa Sidoharjo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Keberadaan sekolah tersebut ada di ujung selatan Kecamatan Doro. Penulis merupakan wali kelas lima dengan jumlah siswa 8 anak.

Siswa di sekolah itu berasal dari empat pedukuhan di Desa Sidoharjo yaitu Dukuh Rancah, Dukuh Kodol, Dukuh Genjah, dan Dukuh Rokom. Dari masing-masing dukuh tersebut untuk sampai ke sekolah jaraknya berbeda-beda, yang paling dekat Dukuh Rancah kira-kira 200 sampai 600 meter.

Baca juga:   MeMe, Tingkatkan Kreativitas dalam Menggambar Batik

Untuk tiga dukuh yang lainnya kira-kira 4 sampai 5 kilometer dengan melewati kebun karet dan hutan rakyat. “Semua guru dan dosen, 5 juta lebih dari mereka harapannya insya Allah akan divaksinasi sampai dengan akhir bulan Juni. Sehingga tahun ajaran baru semua sekolah memulai proses tatap muka walaupun dengan tahap terbatas,” (Nadiem Makarim dalam siaran daring, Senin, 1 Maret 2021).

Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama Empat Menteri – Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri – tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid 19 menghimbau untuk belajar jarak jauh dan mematuhi protokol kesehatan di sekolah zona hijau yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

Namun demikian ada orang tua yang masih ragu karena anak-anak pasti susah untuk menjalankan protokol kesehatan. Akan tetapi banyak juga orang tua yang menginginkan sekolah segera dibuka. Mereka banyak yang mengeluh susahnya mengontrol belajar anak di rumah karena terkendala kesibukan bekerja. Hambatan dan rintangan pembelajaran selama pandemi Covid-19 juga dialami oleh guru di SDN 01 Sidoharjo. Penulis merasa gembira ketika wacana belajar tatap muka telah dipersiapkan pemerintah. Selama ini, penulis merasa kesulitan menerapkan sistem pembelajaran berbasis daring.

Baca juga:   Implementasi Keterampilan Teknik dalam Bertanam Hidroponik

Hambatannya belum meratanya teknologi seperti siswa belum seluruhnya mempunyai ponsel untuk belajar, jaringan internet pun di desa ini sangat susah. Mendatangi satu per satu atau mengelompokkan siswa yang tempat tinggalnya berdekatan (home visit) harus penulis lakukan sebagai solusi alternatif agar pembelajaran siswa tetap terkontrol.

Hal ini mengakibatkan sepeda motor sering bermasalah serta harus mengeluarkan tenaga yang ekstra karena rumah siswa berada dalam jarak yang jauh dan kondisi jalan berbukit berkelok-kelok.
Sebagai wali kelas V pembelajaran yang penulis lakukan adalah pembelajaran luring (luar jaringan) dengan cara membuat kelompok-kelompok belajar di setiap pedukuhan. Penulis datang ke kelompok belajar tersebut secara bergiliran.

Setiap datang ke kelompok tersebut penulis memberikan tugas untuk tiga hari ke depan. Setelah tiga hari hasil belajar penulis ambil sekaligus memberikan tugas berikutnya. Hasil belajar yang diperolah dengan cara seperti ini tidak sebaik pembelajaran secara klasikal di sekolah. Karena interaksi guru dan siswa sangat terbatas. (ag1/lis)

Guru KelasV SDN 01 Sidoharjo, Kec. Doro, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya