Mind Mapping Tumbuhkan Sikap Kerja Sama

Oleh: Drs. Mahlum

spot_img

RADARSEMARANG.ID, INDONESIA dikepung oleh tiga lempeng tektonik dunia yakni Lempeng Indo-Australian, Eurasia dan Lempeng Pasific. Apabila ketiga lempeng tektonik itu bertemu dapat menghasilkan tumpukan energi yang memiliki ambang batas tertentu.

Selain itu, Indonesia juga berada pada Pasific Ring Of Fire (cincin api) yaitu jalur rangkaian gunung api paling aktif di dunia yang membentang sepanjang lempeng pasifik. Zona ini memberikan kontribusi hampir 90 persen dari kejadian gempa di bumi dan hampir semuanya merupakan gempa besar di dunia. Itulah yang menyebabkan Indonesia merupakan wilayah rawan terhadap bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sepanjang 1 – 23 Januari 2021 telah terjadi 197 bencana di Indonesia. Data ini dihimpun hingga Sabtu (23/1/2021) pukul 15.00 WIB. Dari sekian banyak bencana alam sudah merenggut 140 korban jiwa dan 776 orang luka.

Bangsa kita adalah bangsa yang berketuhanan. Semua agama yang ada di Indonesia pasti mengajarkan untuk bekerjasama dan saling menolong. Agama Islam yang mayoritas dipeluk oleh masyarakat Indonesia menganjurkan untuk saling menolong ( Q.S. Al Maidah ayat 2 ). Bagi bangsa Indonesia sikap itu sudah melekat dalam masyarakat Indonesia sejak jaman dulu.

Baca juga:   Ciptakan Pengalaman Belajar IPS Bermakna dengan Metode Portofolio

Seorang guru mempunyai tugas untuk meneruskan kepada anak didiknya agar mempunyai kebiasaan bekerjasama dan saling menolong sesama saudara terlebih yang sedang mengalami musibah bencana dan yang membutuhkan. Hal ini bisa dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar khususnya siswa kelas VII SMP N 1 Rowosari, karena manfaat bekerjasama dan tolong menolong sesama manusia sangat banyak, salah satunya meringankan beban saudara kita. Kemudian bagaimana cara guru PPKn menularkan kebiasaan bekerjasama dalam KBM ? Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah dengan metode Mind Mapping.

Menurut Tony Buzan (2008:4), Mind Mapping adalah cara mengembangkan kegiatan berpikir kesegala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagai sudut. Mind Mapping juga disebut dengan peta konsep, merupakan alat berpikir organisasional yang sangat ampuh, juga cara termudah untuk menempatkan informasi dalam otak dan mengambil informasi itu saat dibutuhkan. Mind Mapping dapat membantu dalam berbagai hal seperti merencanakan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran, mengingat dengan baik, belajar lebih cepat dan efisien serta melatih gambar keseluruhan.

Baca juga:   Penerapan Collaborative Learning Nilai-Nilai Pancasila melalui Gambar

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Pertama guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai yaitu tentang kerjasama dalam berbagai bidang kehidupan, kedua guru menyampaikan konsep/permasalahan( misalnya tentang bencana alam yang terjadi di Indonesia) yang akan ditanggapi oleh peserta didik, ketiga guru membentuk kelompok (5 kelompok) yang anggotanya 4-5 siswa, ke empat tiap kelompok menginventarisasi alternatif pemecahan masalah dari hasil diskusi tentang bencana alam, ke lima tiap kelompok membacakan hasil diskusinya didepan tentang pemecahan masalah bencana yang dihadapi teman atau saudaranya, ke enam guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang pemecahan masalah yang dihasilkan, ke tujuh hasil dari kesimpulan tersebut secara nyata dipraktekkan pada pembelajaran pertemuan berikutnya. Contohnya siswa diminta untuk membawa alat kebersihan untuk membersihkan kelas yang kena banjir. Diharapkan dengan penerapan metode mind mapping diatas siswa tersentuh hatinya dan mempunyai kebiasaan untuk saling bekerjasama dan saling menolong dimanapun berada. (ti1/zal)

Guru SMPN 1 Rowosari, Kendal

Author

Populer

Lainnya