Asyiknya Belajar Kosakata dengan Metode Guided Discovery

Oleh : Indiastuti S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam pembelajaran, siswa tidak hanya berinteraksi dengan guru tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Interaksi yang berhasil sering dipengaruhi oleh suasana yang mengasyikan. Biasanya karena penerapan metode yang tepat dan media yang menarik perhatian, sehingga siswa merasa gembira dan antusias dalam pembelajaran.

Meski begitu, praktiknya menciptakan suasana belajar yang mengasyikan tidak mudah. Sebagaimana di kelas II SDN 01 Bulaksari, Sragi, Kabupaten Pekalongan, masih terdapat siswa yang berlari–lari di kelas dan tidak fokus dalam mengikuti apa yang disampaikan guru. Karena itulah, penulis menerapkan metode guided discovery dalam materi kosakata pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Penulis meyakini, metode ini mengasyikan dan memberikan semangat siswa dalam mempelajari kosakata.

Materi pembelajaran kosakata ini memuat kompetensi dasar pada ranah pengetahuannya yaitu menguraikan kosakata dan konsep tentang keragaman benda berdasarkan bentuk dan wujudnya dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah melalui teks tulis, lisan, visual, dan/atau eksplorasi lingkungan. Adapun indikator capaian belajarnya siswa mampu menjelaskan kosakata dan konsep tentang keragaman benda berdasarkan bentuk dan wujudnya dalam bentuk teks pendek.

Baca juga:   Transformasi Media Pembelajaran PJOK pada Masa Pandemi

Metode guided discovery (penemuan terbimbing) adalah pelaksanaan discovery dengan arahan dari guru. Menurut Hanafiah dan Suhana (2009:77), pelaksanaan ini dimulai dari pertanyaan inti, guru mengajukan berbagai pertanyaan yang melacak, dengan tujuan mengarahkan peserta didik ke titik kesimpulan yang diharapkan. Selanjutnya siswa melakukan percobaan untuk membuktikan pendapat yang dikemukakannya.

Implementasi metode guided discovery pada materi pembelajaran kosakata pada kelas II sebagai berikut, pertama, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi belajar kepada siswa dalam bentuk dongeng-dongeng bergambar atau melalui video yang ditampikan. Lalu guru menjelaskan tentang topik materi pembelajaran, indikator capaian belajar dan tujuan belajar. Selanjutnya, guru memberikan masalah dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan berkaitan kosakata. Hal yang perlu diingat, pertanyaannya harus sesuai jenjang. Karena kelas II, pertanyaan itu menimbulkan siswa berpikir namun tidak berat tingkat kesulitannya. Kemudian, meminta siswa menemukan konsep atau prinsip yang harus ditemukan siswa berdasarkan pertanyaan sebagai masalah tersebut perlu ditulis dengan jelas. Kemudian, alat atau bahan perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam melaksanakan kegiatan. Alat atau bahan ini untuk menguatkan jawaban dari apa yang ditemukan siswa. Lalu, siswa melakukan diskusi sebagai pengarahan sebelum siswa melaksanakan kegiatan.

Baca juga:   NHT Tingkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS

Kegiatan metode penemuan oleh siswa berupa penyelidikan atau percobaan atau menemukan konsep atau prinsip yang telah ditetapkan. Setelah itu, siswa melakukan proses berpikir kritis perlu dijelaskan untuk menunjukkan adanya mental operasional siswa, yang diharapkan dalam kegiatan. Lalu, perlu dikembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka, yang mengarah pada kegiatan yang dilakukan siswa. Terakhir, Adanya catatan guru meliputi penjelasan tentang hal-hal yang sulit dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil, terutama penyelidikan yang mengalami kegagalan atau tidak berjalan sebagaimana seharusnya.

Kelebihan metode guided discovery pada materi pembelajaran kosakata ini membantu siswa mengembangkan kesiapan serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif. Siswa memperoleh pengetahuan secara individual sehingga dapat dimengerti dan mengendap dalam pikirannya, dapat membangkitkan motivasi dan gairah belajar peserta didik untuk belajar lebih giat, memberikan peluang untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing. (ti3/ida)

Guru SDN 01 Bulaksari, Sragi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya