Teknologi Ramah Lingkungan Solusi untuk Menjaga Kelestarian Alam

Oleh : Yenni Kusumawati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam kehidupan sehari-hari, kita mudah menemukan kendaraan bermesin yang berbahan bakar bensin atau solar. Kendaraan tersebut sangat tergantung pada BBM (bahan bakar minyak atau fosil) yang jumlahnya semakin menipis karena merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Selain itu pembakaran BBM merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan. Beruntung sekarang ini telah ditemukan dan diproduksi kendaraan yang tidak menggunakan BBM seperti mobil hybrid dan mobil listrik yang tidak menghasilkan gas-gas penyebab pencemaran udara.

Manusia banyak menggunakan teknologi untuk kemudahan dan kenyamanan hidupnya. Selain menguntungkan banyak juga produk teknologi yang membahayakan manusia dan lingkungan. Teknologi yang menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan serta berpotensi merusak keseimbangan alam dan ekosistem disebut teknologi ramah lingkungan.

Sedang teknologi yang ramah lingkungan merupakan bentuk aplikasi teknologi dengan tujuan memberi kemudahan bagi aktifitas dan pemenuhan kebutuhan manusia dengan memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan.

Materi pembelajaran teknologi ramah lingkungan ini terdapat pada KD 3.10 untuk siswa SMP kelas IX. Pada awal pembelajaran guru mendorong siswa untuk mengingat kembali proses penemuan bahan bakar fosil dan pengolahannya sehingga dapat dimanfaatkan seperti sekarang ini.

Baca juga:   Belajar Sistem Ekskresi Lebih Menarik dengan Liveworksheet

Guru dapat mendorong siswa untuk bertanya tentang alasan mengapa saat ini mulai banyak diciptakan sumber energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar minyak. Dari kegiatan awal ini diharapkan peserta didik bersyukur karena Tuhan telah memberikan akal dan pikiran kepada manusia untuk mengembangkan berbagai teknologi, sehingga kita lebih mudah memanfaatkan berbagai sumber energi tersebut.

Guru menggali pengetahuan awal peserta didik tentang pengertian dan contoh sumber energi yang tidak dapat diperbaharui dan sumber energi yang dapat diperbaharui. Selanjutnya pengetahuan peserta didik dapat dikaitkan dengan beberapa dampak yang ditimbulkan dari penggunaan bahan bakar minyak (BBM), sehingga saat ini mulai dikembangkan teknologi ramah lingkungan.

Peserta didik dapat mengembangkan pengetahuannya sendiri tentang teknologi ramah lingkungan dengan menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja siswa dan melakukan diskusi dengan teman sebangku. Selanjutnya guru bersama siswa melakukan diskusi secara klasikal. Pada saat berdiskusi, peserta didik mengajukan pertanyaan atau memberi tanggapan terkait dengan prinsip teknologi ramah lingkungan.

Dari proses pembelajaran ini hal-hal prinsip yang harus dikuasai siswa adalah ramah lingkungan. Pada prinsipnya menerapkan konsep zero waste atau bebas limbah dengan melakukan strategi mencegah mengurangi dan menghilangkan terbentuknya limbah sebagai bahan pencemar lingkungan. Untuk mencapai kondisi ramah lingkungan suatu industri dapat menerapkan 6 prinsip dasar yaitu refine, reduce, reuse, recycle, recovery, dan retrieve energy.

Baca juga:   Pembelajaran Terpadu Solusi Tepat di Masa Pandemi

Siswa juga harus dapat memberikan contoh teknologi ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh teknologi di bidang energi adalah biofuel, biogas, sel surya, dan pembangkit listrik tenaga air, angin, geothermal, fuel cell dan hydrogen power. Di bidang lingkungan contoh teknologi ramah lingkungan adalah biopori, fitoremidiasi, toilet pengompos, dan teknologi pemurnian air. Di bidang transportasi teknologi ramah lingkungan contohnya adalah mobil hidrogen, bus surya dan mobil listrik.

Perilaku hemat dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menunjang kelestarian lingkungan. Di antaranya adalah mengurangi penggunaan alat transportasi dengan bahan bakar minyak, memanfaatkan kendaraan umum, dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Mulai menggunakan alat transportasi yang ramah lingkungan seperti sepeda dan mobil dengan sumber energi listrik atau cahaya matahari. Dari perilaku tersebut diharapkan lingkungan kita yang sudah banyak tercemar ini akan kembali terjaga kelestariannya. (pg2/lis)

Guru IPA SMPN 1 Sukorejo, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya