Penerapan Keterampilan Berbicara pada Siswa dengan Metode Bermain Peran

Oleh: Rusyati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran bahasa Indonesia diberikan kepada siswa sejak siswa itu masuk sekolah dasar. Nafiā€™ah (2018:34) mengemukakan bahasa Indonesia merupakan suatu alat komunikasi yang penting dalam rangka merealisasikan dan mencapai tujuan kebahasaan Indonesia. Yaitu meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Selain itu, bahasa Indonesia juga akan menjadi bahasa pengantar bagi siswa dalam memahami seluruh ilmu dan pengetahuan yang akan diperoleh di sekolah.

Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa SDN 02 Susukan terutama kelas 5 secara baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran metode bermain peran dalam penerapan keterampilan berbicara pada siswa kelas 5 di sekolah dasar. Keterampilan berbicara berkaitan dengan bahasa lisan.

Dalam menerapkan keterampilan berbicara pada siswa, bukanlah hal yang mudah karena ada beberapa kendala yang dihadapi siswa. Di antaranya kurangnya percaya diri, sulit mengingat kata, takut salah, demam panggung, serta guru yang lebih mendominasi pembicaraan di dalam kelas. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan metode bermain peran dalam penerapan keterampilan berbicara.

Baca juga:   Implementasi Cooperative Script dan Peran Orang Tua selama BDR Matematika

Metode yang digunakan adalah pengumpulan data dilakukan melalui buku, dan rubrik. Diharapkan dengan menggunakan metode bermain peran dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Penggunaan metode ini merupakan metode yang efektif untuk digunakan pada proses pembelajaran karena metode ini dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa, menambah kosakata serta timbulnya keberanian untuk mengungkapkan sesuatu dalam bentuk bahasa lisan. Dengan bermain peran bukannya kemampuan bahasa lisan siswa saja yang dapat diasah, akan tetapi siswapun akan belajar nilai-nilai karakter.

Berdasarkan penelitian melalui studi kepustakaan dapat disimpulkan bahwa keterampilan berbicara siswa terutama pada siswa kelas 5 sekolah dasar harus terus diasah supaya berkembang karena keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasi oleh siswa.

Keterampilan berbicara siswa dapat berkembang melalui metode bermain peran. Metode ini menggiring siswa untuk memerankan karakter yang berbeda dengan dirinya sehingga siswa dapat membayangkan atau berimajinasi dirinya menjadi orang lain. Dalam bermain peran siswa akan banyak berdialog dengan lawan mainnya. Hal inilah yang akan menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam berbicara serta menumbuhkan rasa empati siswa terhadap sesama. Dengan adanya metode ini diharapkan pembelajaran hanya teoritis.

Baca juga:   Peran Orang Tua dalam Proses Belajar di Era Milenial

Dengan demikian semua siswa akan merasa bisa dan tidak minder dalam menghadapai semua mata pelajaran di sekolah. Oleh sebab itu penulis merasa yakin dengan metode pembelajaran bermain peran akan membawa dampak yang posit untuk siswa siswi SDN 02 Susukan, Comal. (pg2/lis)

Guru SDN 02 Susukan, Kec. Comal, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya