Kemampuan Menulis Geguritan dengan Teknik Kata Berantai

Oleh : Heru Ady Prasetyo, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PROSES Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sebagai bentuk proses yang cukup pelik, sebab mengajar tidak sekedar upaya pengubahan tingkah laku tetapi juga merupakan suatu yang dilakukan guru dalam merangsang peserta didik agar mau belajar. Implikasinya, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pembimbing dan pelatih. Aktivitas dan hasil pembelajaran menulis geguritan di Kelas VII B SMP Negeri 6 Pemalang masih rendah hal ini disebabkan ditemukannya berbagai kendala dan hambatan, antara lain; ketepatan penggunaan model atau teknik dalam pembelajaran sastra dalam hal menulis geguritan. Metode yang sering digunakan oleh guru hanya metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan, sehingga metode-metode tersebut kurang menarik dan apresiatif untuk peserta didik. Model-model pembelajaran sastra yang digunakan pun masih cenderung menggunakan cara-cara yang konvensional.

Rahmanto (1998:78) Teknik kata berantai dapat digunakan untuk melatih siswa mengaitkan setiap kata dengan kata-kata lain yang lebih dekat sesuai topik yang sudah ditentukan. Agar lebih menarik, Teknik kata berantai dilaksanakan secara berkelompok. Setiap siswa harus berpikir cepat untuk merangkai setiap kata yang telah dituliskan oleh siswa lain hingga menjadi sebuah geguritan yang utuh dan kata-kata yang dituliskan tidak menyimpang dengan judul atau tema yang telah ditetapkan.

Baca juga:   Metode Critical Thinking dalam Pembelajaran Teks Tanggapan Kritis

Tujuan teknik kata berantai ini digunakan dalam pembelajaran menulis geguritan pada peserta didik kelas VII B SMP Negeri 6 Pemalang untuk membangkitkan kreativitas dalam menulis gegurtian dan hasil belajar peserta didik sesuai dengan kreteria ketuntasan minimal secara individu maupun klasikal. Palaksanaan pembelajaran ini diharapkan ketika ada peserta didik kurang pandai melihat temannya yang pandai menulis geguritan dengan baik, peserta didik kurang pandai akan terdorong dan termotivasi untuk menulis geguritan dengan baik dengan melihat teman yang pandai. Dalam menulis geguritan secara individu peserta didik diharapkan tidak lepas dari proses kreatif Teknik Kata Berantai dalam menulis geguritan.

Pelaksanaan teknik kata berantai seperti permainan bisik berantai. Bedanya, bisik berantai dilaksanakan dengan cara diucapkan, kata berantai dilakukan dengan cara dituliskan. Karena berbentuk permaian, teknik kata berantai diharapkan dapat menumbuhkan kegairahan peserta didik dalam pembelajaran menulis geguritan. Teknik kata berantai dilaksanakan dengan aturan main sebagai berikut; Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-6 peserta didik. Masing-masing peserta didik duduk sesuai dengan kelompoknya. Setiap kelompok memilih tema yang sudah ditentukan.

Meskipun tema dalam satu kelompok sama, setiap peserta didik harus menentukan subtema. Subtema akan digunakan sebagai judul geguritan, Setelah menentukan judul, masing-masing anggota kelompok menuliskan geguitan secara bergiliran atau berantai. Penyusunan geguritan dilakukan secara kolaborasi. Peserta didik pertama menuliskan kata pertama, kemudian setiap anggota kelompok secara berantai melanjutkan dengan kata-kata berikutnya menjadi baris-baris geguritan hingga selesai. Kata-kata yang dituliskan secara berantai ini harus memperhatikan organisasi konsep, dimana setiap peserta didik harus mencari kata-kata yang tidak menyimpang.

Baca juga:   Pembelajaran Lompat Jauh Efektif dengan Bermain Lompat Kardus

Proses KBM pada pembelajaran menulis geguritan menggunakan teknik kata berantai pada peserta didik kelas VIIB SMP Negeri 6 Pemalang, diketahui aktivitas, kreatifitas dan hasil belajar meningkat sesuai dengan KKM dan tujuan pembelajaran tercapai pada kompetensi dasar tersebut. Maka, penulis menarik kesimpulan bahwa guru dapat menggunakan teknik kata berantai untuk mengajarkan materi-materi pelajaran yang lain. Penggunaan Teknik kata berantai ini tidak terbatas pada pembelajaran menulis geguritan, tetapi juga bisa digunakan untuk mengajar menulis tembang, karangan dan lain-lain.. Proses kegiatan belajar mengajar tidak konvensional, menarik minat, perhatian peserta didik serta meningkatkan tingkat kepercayaan diri peserta didik dalam belajar menulis geguritan. (pg2/zal)

Guru SMPN 6 Pemalang

Author

Populer

Lainnya