Metode Example Non Example Tingkatkan Belajar Sikap Rendah Hati

Oleh : Masruroh,S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran. Pembelajaran menyenangkan menjadi hal paling mempengaruhi keberhasilan siswa . Keberhasilan pembelajaran menyenangkan sering disebabkan oleh media yang menarik dan metode yang sesuai. walaupun pada penerapannya sering terkendala sebagaimana yang dialami penulis sebagai guru PAI, masih terdapat siswa di SD Negeri Jraganan Bodeh yang tidak focus dan mengantuk dalam mengikuti pembelajaran. Situasi ini menjadi perhatian penulis dalam mewujudkan kelas pembelajaran yang menyenangkan. Penulis menerapkan metode Example Non Example dalam materi pembelajaran sikap rendah hati . metode ini dipercaya mampu menjadi solusi menciptakan pembelajaran yang mengasyikan.

Materi pembelajaran sikap rendah hati ini memuat kompetensi dasar pada ranah pengetahuan memahami sikap rendah hati sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Isra ayat 37 . pada ranah ketrampilan mencontohkan sikap rendah hati sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Isra ayat 37. Indikator capaian belajarnya bahwa siswa mampu mengidentifikasi sikap rendah hati sebagai implementasi dari pemahaman QS. Al-Isra ayat 37 dan siswa mampu menjelaskan /menceritakan contoh sikap rendah hati.

Model pembelajaran Examples Non Examples adalah salah satu metode pembelajaran yang menggunakan media berupa gambar, foto, diagram atau tabel yang bermuatan permasalahan. Penggunaan media tersebut disusun dan dirancang agar siswa dapat mengidentifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan masalah yang paling efektif dan mendeskripsikan kesimpulan atas permasalahan.

Baca juga:   Meningkatkan Kelincahan dengan Permainan Gobak Sodor

Menurut Huda (2013), Examples Non Examples adalah metode pelajaran yang menggunakan gambar sebagai media untuk menyampaikan materi pelajaran. Strategi ini bertujuan mendorong siswa untuk belajar berpikir kritis dengan memecahkan permasalahan-permasalahan yang termuat dalam contoh-contoh gambar yang disajikan. Penggunaan Media gambar dirancang agar siswa dapat menganalisis gambar tersebut untuk kemudian dideskripsikan secara singkat perihal isi dari sebuah gambar. Menurut Suyatno (2009), Examples Non Examples adalah model pembelajaran dengan mempersiapkan gambar, diagram atau table sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. Sajian gambar ditempel atau memakai OHP/LCD, dengan petunjuk guru siswa mencermati gambar, lalu diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi, presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan, evaluasi, dan refleksi.

Langkah –langkah model pembelajaran example non example pada mata pelajaran PAI dalam materi sikap rendah hati sebagai berikut , pertama, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi. Lalu Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan materi sikap rendah hati . kemudian, Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP . pada perkembagannya juga bisa dengan menggunakan LCD melalui gambar –gambar yang diunduh sebelumnya dan disambungkan dari android ke LCD. Selanjutnya, Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisis gambar. Kemudian , Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisis gambar tersebut dicatat pada kertas. Lalu, Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Setelah itu, Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Terakhir, guru memberikan kesimpulan dan melakukan refleksi pembelajaran.

Baca juga:   Belajar Vocabulary Lebih Menyenangkan melalui Fitur Voice Note WA

Kelebihan model pembelajaran Examples Non Examples seperti penulis amati yaitu situasi kelas menyenangkan, siswa berangkat dari satu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memperluas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih kompleks. , siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan), yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari examples dan non examples dan siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non examples yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian examples. Hal yang perlu diantisipasi adalah penggunaan waktu, karena jika antusias tinggi maka akan memakan waktu yang lama. Maka diperlukan kecakapan dalam memanajemen waktu. (*)

Guru PAI SD Negeri Jraganan, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya