Film Pendek Sains sebagai Sumber Literasi yang Menyenangkan

Oleh : Nur Mutmainah, S.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilaksanakan sejak mulai diimplementasikannya Kurikulum 2013 pada sekolah menengah baik SMA/SMK di bawah koordinasi Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di satuan pendidikan SMA/SMK sebagian besar pelaksanaan GLS ini baru pada tahap pembiasaan yaitu 15 menit membaca.

Perlu ditindaklanjuti untuk tahap pengembangan dan tahap pembelajaran sehingga tujuan GLS menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik menjadi karakter pembelajar sepanjang hayat dapat tercapai. Menurut Iriantara (2006 : 79) literasi tidak hanya didefiniskan sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan menempatkan, mengevaluasi, menggunakan dan mengomunikasikan melalui berbagai sumberdaya termasuk sumber daya teks, visual, suara, dan video.

Pada masa pandemi Covid-19, kegiatan pembelajaran tatap muka ditiadakan, GLS ini justru mendapatkan ruang yang lebih leluasa. Karena siswa dipaksa lebih aktif melakukan bebagai jenis kegiatan literasi (baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya dan kewargaan) secara mandiri dalam mengikuti kegiatan pembelajaran secara online/daring.
Salah satu strategi yang dapat dilakukan dalam memberikan bahan literasi yang familiar, mudah dipahami dan yang menyenangkan bagi peserta didik adalah pemutaran film pendek sains/ilmiah. Film saat ini telah menjadi tontonan yang menarik bagi semua kalangan.

Baca juga:   Layanan Informasi Studi Lanjut melalui Teams

Guru mencoba menggunakan film pendek sains ini sebagai alternatif literatur dalam pembelajaran baik secara tatap muka maupun daring. Film pendek sains/ilmiah atau kerap disebut film dokumenter menjadi pilihan cocok untuk dijadikan sumber belajar bagi peserta didik.

Film ini merupakan penuturan fakta-fakta yang sebenarnya sehingga tidak ada perekayasaan dalam produksinya. Film pendek yang dijadikan sumber belajar adalah film-film yang mengangkat tema yang berkaitan dengan keilmuan. Seperti biologi, sejarah, fisika dan lainnya selagi pemaparan dalam filmnya memberi pengetahuan yang positif kepada penontonnya.

Sebagai contoh film pendek sains/ilmiah yang bisa disaksikan pada Discovery Channel maupun National Geographic. Apalagi dengan berkembangnya teknologi pembuatan film saat ini yang sangat canggih dengan menghadirkan film 3 dimensi. Bahkan 4 dimensi akan menjadi sumber literasi yang sangat menarik.

Fungsi literasi sesungguhnya terlihat setelah siswa selesai menyaksikan sebuah film pendek sains. Apakah setelah itu siswa mampu menganalisis peristiwa yang digambarkan pada sebuah film dari segi keilmuannya. Kemudian akan membuka komunikasi dengan guru dan teman-temannya untuk berdiskusi menyampaikan komentar/opini. Bahkan muncul ide karena terinspirasi dari tayangan film tersebut.
Jika peserta didik kita sudah sampai pada tahapan tersebut berarti GLS telah berhasil hingga tahapan pengembangan bahkan sampai tahapan pembelajaran.

Baca juga:   Tujuan Sekolah Optimal dengan Sehati

Sains juga dapat digunakan sebagai tugas proyek siswa yang dapat dikerjakan secara berkelompok. Pelajar zaman now sangat akrab dengan teknologi, rata-rata peserta didik baik di wilayah desa maupun kota hampir semua memiliki smartphone. Aplikasi video editing di smartphone ada banyak pilihan. Di antaranya iMovie, FiLMic pro, hingga iScope. Untuk pengguna Android pilihannya ada Meipai, VidTrim, VideoShow, Magisto, Kinemaster, CuteCut, Viva Video dan yang lainnya.

Aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat film pendek ilmiah atau sains sebagai satu alternatif kegiatan pembelajaran sains yang menyenangkan. Selain dapat memberikan pengalaman belajar lebih real, siswa juga akan memperoleh banyak keterampilan proses lainnya seperti kerja sama dengan kelompok, berdiskusi membuat skenario, menyiapkan dan menggunakan alat untuk merekam. Serta mengedit video yang dihasilkan. Hasil dari tugas proyek film tersebut dapat digunakan sebagai alternatif sumber literasi yang menyenangkan bagi peserta didik lainnya dalam pembelajaran secara daring maupun tatap muka. (pm1/lis)

Guru Fisika SMAN 1 Toroh, Kabupaten Grobogan

Author

Populer

Lainnya