PJJ Anti Garing dengan Ice Breaking

Oleh: Arie Sutriasih, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MASA Pandemi akibat kemunculan Corona Virus Disease (COVID-19) belum berakhir. Seiring dengan masih tingginya tingkat penyebaran virus corona, pembelajaran secara tatap muka masih belum dapat dilaksanakan, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa masih menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Begitu halnya dengan sistem pembelajaran yang ditetapkan di SMAN 1 Demak.

Salah satu alternatif solusi permasalahan di atas adalah dengan menggunakan Ice Breaking. Ice Breaking berasal dari kata Ice dan Breaking. Ice artinya es dan Breaking artinya memecah. Jadi Ice Breaking artinya memecah kebekuan. Ice Breaking adalah permainan atau kegiatan yang berfungsi untuk mengubah suasana kebekuan/ mencairkan suasana. Ice Breaking dalam pembelajaran dapat diartikan sebagai pemecah situasi kebekuan fikiran atau fisik siswa. Ice breaking juga dimaksudkan untuk membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat dan antusiasme. (Sunarto, 2012)
Ice Breaking membuat PJJ secara daring menjadi anti garing dan anti boring, karena Ice Breaking dapat menyegarkan dan menghebohkan suasana, menghidupkan pembelajaran, menaklukan kebosanan dan menarik perhatian siswa. Dengan Ice Breaking kelas menjadi seru, karena ada komunikasi interaktif dan responsive, disamping terjalinnya hubungan yang baik antara guru dan siswa.

Baca juga:   Belajar Kesebangunan lebih Menyenangkan dengan Metode Think, Pair, Share

Agar pemberian Ice Breaking lancar, maka diperlukan persiapan (lahir dan batin serta membuat rencana), sosialisasi (buat kesepakatan bersama dan jelaskan aturan mainnya), pembiasaan (konsistensi dan utamakan proses), apresiasi, motivasi dan selebrasi (berikan reward dan feedback/ umpan balik atas respon siswa), hindari memberikan punishment untuk menciptakan suasana gembira tanpa tekanan. Penting juga untuk menjalin suasana asik dengan intens berinteraksi, menciptakan hubungan yang nyaman, sesekali berikan candaan supaya kelas tidak tegang, jadikan siswa sebagai sahabat dan partner yang baik,

Dari hasil penelitian, rata – rata setiap orang dapat berkonsentrasi pada satu fokus tertentu hanyalah sekitar 15 menit, begitu juga dengan siswa, untuk itu diperlukan Ice Breaking sebagai intermezzo/selingan di saat konsentrasi siswa mulai menurun. Ice Breaking juga bisa menjadi semacam energizing yang dapat membangkitkan kembali semangat dan perhatian siswa. Pemberian Ice Breaking dapat di awal, tengah, akhir pembelajaran atau sewaktu – waktu sesuai kebutuhan, jadi pembelajaran serasa ada sensasinya, ada rollercoasternya, atau penggugah adrenalin sehingga siswa merasa senang dalam pembelajaran, untuk itu guru harus pintar membaca situasi kapan saat yang tepat memberikan Ice Breaking.

Ice Breaking dapat digunakan pada pembelajaran mapel apapun, bahkan matematika sekalipun dan dapat menggunakan platform kelas daring Whatsapp group, group telegram, baik via chatting atau voice note (pesan suara), google classroom maupun video conference (Zoom Meeting, Google Meet, dsb).

Baca juga:   Menjadikan Kulit Jeruk Media yang Murah, Sederhana dan Efisien

Jenis Ice Breaking bermacam – macam, dapat berupa humor, senam ringan, maupun tebak kata, estafet kata, jawab cepat, cerdas cermat, tebak gambar, tebak tokoh (siapa dia?), tebak tempat, teka – teki silang, menebak judul penggalan film/ lagu atau bisa juga kuis singkat tentang materi yang telah diajarkan. Setelah pemberian Ice Breaking guru memberikan apresiasi (reward dan feedback) atas respon siswa, misalnya memberikan tambahan point/ nilai kepada siswa yang menjawab tercepat dan benar, atau bahkan bisa memberikan bonus pulsa/ kuota bagi siswa yang paling banyak menjawab dengan benar dan tercepat dalam 1 bulan/ semester. Sehingga siswa menjadi semangat dan termotivasi.

Dengan Ice Breaking pembelajaran daring menjadi lebih asik, kelas menjadi “hidup” dan tidak garing karena ada sesuatu yang menarik, menantang, mengasah otak, dan ditunggu – tunggu siswa, sehingga pembelajaran memberikan kesan yang bermakna. (kb4/zal)

Guru Matematika SMAN 1 Demak

Author

Populer

Lainnya