Tamanisasi Sekolah sebagai Sarana Pembelajaran Kontekstual

Oleh : Maskuri, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, salah satu upaya sekolah membuat taman sederhana di depan kelas. Taman merupakan penampakan kelembutan bangunan fisik sekolah. Karena itulah taman sekolah haruslah menjadi bagian dari penggunanya, yaitu siswa, guru dan pegawai.

Taman sekolah yang baik, hendaknya unsur-unsur atau komponen taman tertata dengan mempertimbangkan fungsional dan nilai estetis (keindahan) agar dapat mendukung kelestarian lingkungan, bermanfaat dalam pembelajaran, dan memberi rasa nyaman bagi penggunanya.

Taman di sekolah bisa dimanfaatkan para siswa sebagai tempat untuk belajar, membaca buku, berdiskusi dengan teman, dan lain sebagainya karena tempatnya yang nyaman, indah, dan sejuk. Siswa tidak akan merasa jenuh karena terlalu lama berada di kelas. Untuk itu, diperlukan peran dari para pihak sekolah dalam rangka tamanisasi di sekolah guna mendukung proses belajar mengajar siswa dan meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah.

Taman sekolah merupakan media pembelajaran kontekstual yang serbaguna untuk menumbuhkembangkan sikap dan perilaku anak agar merka lebih kreatif, inovatif dan kompetitif, mencintai lingkungan sekitar serta mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Model pembelajaran yang memisahkan konsep dengan realitas kehidupan sehari-hari, semakin menjauhkan pemahaman hubungan ilmu geografi dan PLH dengan alam sekitar dan kehidupan siswa. Suatu kondisi yang kemudian menimbulkan persepsi yang keliru, dan melepaskan relevansi ilmu geografi dengan realitas kehidupan siswa.

Baca juga:   Belajar Perang Dingin dengan Media Liveworksheet

Suatu pembelajaran verbalistik yang kurang memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang paling dekat dengan diri anak. Suatu realitas yang tidak dapat diingkari bahwa banyak siswa SMA yang tidak mengenal aneka jenis tanaman hias yang ada di halaman sekolah.

Persoalan di atas merupakan masalah klise yang selalu muncul, karena orientasi pembelajaran yang dilakukan guru sering tidak mendekatkan siswa dengan lingkungan secara langsung.

Guru terkadang melakukan pembelajaran tekstual sebagai akibat minimnya sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan antara konsep dengan realitas kehidupan sehari-hari. Pola pembelajaran tersebut jika berlangsung lama dapat menjadi pembelajaran yang membentuk persepsi yang salah tentang relevansi Geografi dan PLH dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini belum sepenuhnya berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang indah dan asri, akan tetapi program ini sebagai perintis dari tamanisasi sekolah secara menyeluruh.

Walaupun belum maksimal dikarenakan kegiatan pembelajaran dilakukan secara PJJ dan berlanjut dilibur akhir semester, akan tetapi ada beberapa hasil yang muncul dari kegiatan ini. Di antaranya terciptanya lingkungan sekolah yang indah dengan adanya taman sekolah. Terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, hijau, indah, aman, dan sehat. Siswa memiliki kemampuan bergotong royong, yaitu kemampuan untuk melakukan bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan berjalan lancar, mudah dan ringan.

Baca juga:   Menanamkan Nilai Karakter pada Siswa melalui Ikatan Kimia

Dalam menjalankan program ini juga menghadapi beberapa permasalahan di antaranya yaitu: pelaksanaan program pembelajaran jarak jauh, sehingga siswa tidak bisa maksimal dalam perawatan taman kelas dan di sekolah.

Kegiatan tamanisasi sekolah belum masuk program sekolah jadi belum ada anggaran dana yang mendukung agar lebih maksimal. Belum didukung secara keseluruhan oleh semua warga sekolah. Adapun rencana perbaikan ke depan yang akan dilakukan yaitu mengajukan program tamanisasi sekolah menjadi salah satu program sekolah.

Membuat program pendukung dengan memasukkan syarat penerimaan siswa baru dengan satu siswa satu taman. Berkoordinasi dengan kelas lain untuk mendukung dan menyukseskan program tamanisasi sekolah. Pembangunan taman sekolah sebagai sarana pembelajaran, sebagai kegiatan mikro dalam kerangka mencapai tujuan nasional, merupakan upaya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan, tanah air dan iklim belajar. Diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, sikap dan perilaku inovatif dan kreatif. (lbs2/lis)

Guru SMA Negeri 1 Gemuh

Author

Populer

Lainnya