Siswa Mudah Berinteraksi dengan Lingkungan melalui Metode ASSURE

Oleh : Ihwan S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, GURU harus pandai menyesuaikan pemaduan antara model serta strategi yang digunakan dengan isi pembelajaran yang akan didemonstrasikan. Akan tetapi kenyataannya, perkembangan pendidikan belum terlaksana secara maksimal. Faktor yang menyebabkannya adalah guru belum sepenuhnya memahami tugasnya sebagai pendidik yakni mengembangkan potensi yang dimiliki siswa. Serta keterbatasan sarana dan prasarana ambil bagian mempersulit terciptanya belajar mengajar aktif dan menyenangkan.

Guru cenderung menggunakan metode konvensional. Seperti yang terjadi pada SDN 03 Gejlig, Kabupaten Kajen kelas 5 sehingga peserta didik tidak tertarik mengikuti pelajaran. Yakni, proses belajar dengan metode ceramah dari awal sampai akhir pembelajaran. Dilanjutkan dengan menyuruh siswa mengerjakan latihan saat guru selesai menjelaskan pelajaran. Hal ini akan membuat siswa jenuh dan tidak tertarik untuk belajar.

Penerapan model/metode yang mengaktifkan peserta didik, akan mengubah keadaan kelas dan hasil belajar siswa. Model adalah sesuatu yang menggambarkan adanya pola pikir. Sebuah model biasanya menggambarkan keseluruhan konsep yang saling berkaitan. Model juga dapat dipandang sebagai upaya untuk mengonkretkan sebuah teori sekaligus juga merupakan analogi dan respresentasi dari variabel-variabel yang terdapat didalam teori tersebut (Pribadi, 2009:86).

Baca juga:   Asyiknya Belajar Urbanisasi Dengan Teknik Wawancara

Model pembelajaran ASSURE yaitu analyze learner (menganalisis peserta belajar), state objectives (merumuskan tujuan pembelajaran atau kompetensi), select methods, media, and materials (memilih metode, media dan bahan ajar), utilize media and materials (menggunakan media dan bahan ajar), require learner participation (mengembangkan peran serta peserta belajar), evaluate and revise (menilai dan memperbaiki).

Model ASSURE sangat membantu dalam merancang program pembelajaran dengan menggunakan berbagai jenis media yang berfokus untuk menekankan pengajaran kepada peserta didik dengan berbagai gaya belajar, dan konstruktivis belajar dimana peserta didik diwajibkan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka dan tidak secara pasif menerima informasi.

Model ASSURE sangat sederhana dan relatif mudah untuk diterapkan sehingga dapat dikembangkan sendiri oleh pengajar serta peserta didik dapat dilibatkan dalam persiapan untuk kegiatan belajar mengajar.

Tahapan-tahapan model pembelajaran ASSURE tersebut menurut Smaldino adalah sebagai berikut, pertama, Analyze Learner (Analisis Pembelajar) meliputi, karakteristik umum. Karakteristik umum siswa dapat ditemukan melalui variable yang konstan, seperti, jenis kelamin, umur, tingkat perkembangan, budaya dan faktor sosial ekonomi serta etnik. Specific entry competencies (mendiagnosis kemampuan awal pembelajar). Kedua, menentukan standar dan tujuan diharapkan peserta didik dapat memperoleh suatu kemampuan dan kompetensi tertentu dari pembelajaran. Dalam merumuskan tujuan dan standar pembelajaran perlu memperhatikan dasar dari strategi, media dan pemilihan media yang tepat. Pentingnya merumuskan tujuan dan standar dalam pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang berbasis ABCD. Ketiga, memilih, strategi, teknologi, media dan bahan ajar. Keempat, menggunakan teknologi, media dan bahan ajar. mengembangkan partisipasi peserta didik.

Baca juga:   Mengenal Tembang Macapat sebagai Budaya Jawa

Dengan mengembangkan model ini dari sisi tujuan utama adalah tercapainya pembelajaran peserta. Sedangkan siswa selalu bersemangat belajar dan belajar sehingga peran serta peserta belajarnya tercapai. (ce2.3/ida)

Guru SDN 03 Gejlig, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya