Membangun Budaya Kerja di Sekolah

Oleh : Darmono, S.Pd, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Setiap sekolah memiliki budaya kerjanya tersendiri yang berbeda satu sama lain, karena biasanya hal tersebut dibentuk oleh nilai-nilai, prioritas, guru dan karyawan yang bekerja di sana serta berbagai faktor-faktor yang lain. Faktor-faktor ini kemudian bergabung bersama untuk secara alami membentuk susunan lingkungan sehari-hari di sekolah, yang kemudian disebut dengan budaya kerjanya.

Apa yang dianggap sebagai budaya kerja yang sehat? Itu adalah tempat di mana guru dan karyawan merasa dihargai, aman, nyaman, dengan peluang untuk berkembang. Namun demikian ada beberapa faktor yang memengaruhi keputusan karir guru dan karyawan dan bahkan banyak diantaranya sangat memengaruhi budaya kerja.

Budaya kerja mencerminkan nilai-nilai pada suatu sekolah yang dapat membawa efek positif bagi kinerja guru dan karyawan yang ada didalamnya. Budaya tempat kerja yang positif mengarah pada peningkatan produktivitas, semangat kerja guru dan karyawan yang lebih baik. Sedangkan sikap negatif di tempat kerja memiliki dampak yang buruk pada kinerja, bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga bisa berpengaruh kepada para guru dan karyawan yang lain. Dengan menumbuhkan budaya positif di tempat kerja akan sangat membantu guru dan karyawan, dalam menjaga organisasi agar tetap dapat berjalan lancar dan yang terpenting mampu membuat guru dan karyawan menjadi senang dan memiliki semangat kerja tinggi.

Baca juga:   Strategi Pembelajaran Berbasis Joyfull Learning pada Metabolisme

Untuk membangun budaya kerja dapat dilakukan antara lain dengan : pertama, menjelaskan visi sekolah. Untuk membangun budaya kerja positif pertama-tama stake holder sekolah harus mampu memberikan visi yang jelas kepada guru dan karyawan. Secara umum mereka ingin mengetahui bahwa pekerjaan yang dilakukannya memiliki manfaat bagi dirinya dan orang lain. Dengan memberikan penjelasan tentang visi sekolah secara jelas, setidaknya guru dan karyawan memiliki pemahaman yang baikdalam melaksanakan tupoksinya, serta bagaimana cara mereka menghadapi persaingan di masa datang. Hal ini merupakan pondasi yang sangat vital dalam membangun budaya kerja yang positif.

Kedua, membangun komunikasi efektif. Dengan menerapkan komunikasi yang baik akan dapat mendorong interaksi yang lebih intensif, antara guru dan karyawan dengan Pimpinan. Mereka dapat melakukan hubungan secara timbal balik dan menyampaikan keluhan ataupun aspirasinya secara cepat, secepat mereka juga mendapatkan penjelasan ataupun solusi dari pimpinan ketika menghadapi permasalahan.

Ketiga, melibatkan guru dan karyawan secara aktif. Dalam melakukan kegiatan sehari-hari, perusahaan dapat melibatkan guru dan karyawan secara aktif dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi sekolah.

Baca juga:   Manfaat Internet dalam Peningkatan Pembelajaran Listening

Keempat, memberikan penghargaan kepada guru dan karyawan. Pemberian penghargaan kepada guru dan karyawan atas prestasi kerja mereka, merupakan hal yang sangat dinantikan oleh seluruh karyawan. Karena penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa mereka serius dalam bekerja dan merupakan bentuk pengakuan terhadap kinerjanya. (lbs2/ton)

Kepala SMPN 2 Pegandon-Kendal

Author

Populer

Lainnya