Media Kantong Unyil Menarik Siswa Belajar BTA

Oleh : Efi Mufidah S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADA zaman modern ini, generasi muda mudah meninggalkan perintah-perintah Allah SWT, salah satunya membaca Alquran. Teknologi yang berkembang pesat di era modern ini menjadi faktor yang sangat mempengaruhi tingkah laku umat manusia saat ini. Kaum muda lebih banyak memilih membaca novel, komik, majalah, atau lainnya dibandingkan membaca Alquran. Faktor orang tua juga menjadikan penting bagi anak-anaknya, karena peran orang tua dalam mengenalkan Alquran dan mengajarkan anak-anaknya membaca Alquran sangatlah penting.

Permasalahan ini akan berpengaruh pada keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Ini sangat ditentukan oleh besar kecilnya semangat belajar siswa yang bersangkutan. Peserta didik yang belum mampu membaca Alquran telah terjadi di SDN Kemasan terutama siswa kelas rendah. Materi Baca Tulis Alquran (BTA) perlu dikenalkan dan ditingkatkan sejak masih anak-anak. Metode praktik sudah biasa dilaksanakan, hasilnya kurang maksimal atau efektif.

Metode praktik dalam pembelajaran baca Alquran termasuk metode konvensional. Model pembelajaran konvensional adalah model pembelajaran yang umum dilakukan dalam proses pembelajaran, yakni dilakukan dengan cara pendidik menjelaskan dan murid mendengarkan. Model pembelajaran ini banyak dilakukan di negara-negara yang belum maju atau belum memiliki sarana prasarana yang lengkap, tentu saja terdapat kelebihan dan kelemahannya.

Baca juga:   LMS Schoology Aplikasi untuk Pembelajaran Daring Kimia

Agar keberhasilan pembelajaran dan proses pengajaran efektif, guru harus mengetahui strategi, metode atau media pembelajaran yang bervariasi dapat mengubah kejenuhan siswa. Siswa akan lebih senang dan semangat, jika diimbangi alat peraga. Pentingnya media pembelajaran pada mata pelajaran PAI adalah membantu siswa memanfaatkan potensi kedua otak anak yaitu otak kanan dan otak kiri. Untuk membuat alat peraga “Kantong Unyil” yang harus dipersiapkan adalah kardus bekas, kertas sukung, kertas warna, kertas kado, pita perekat, lem, double tip, stik es krim, gunting, alat tulis, pitnot warna warni, sterofom, gambar yang sudah dipersiapkan (diprint), pita perekat, dan spidol.

Langkah-langkah pembuatannya antara lain, pertama, buatlah jaring-jaring dari kardus bekas. Kedua, sampuli jaring-jaring yang sudah digunting tadi dengan kertas kado (bagian kerdus luar disampuli dengan kertas kado dan bagian dalam kardus disampuli dengan kertas sukung). Ketiga, guntinglah print out materi (waqof dan washol) yang sudah siap beserta keterangannya. Keempat, merangkai setiap papan yang ada pada kotak tajwid pintar. Kantong pertama adalah kantong unyil yang sudah disiapkan, tulisan pada kantong unyil dan stiknot yang sudah diikat, aturlah tata letak pada papan 1, kemudian rekatkan dengan lem. Papan kedua adalah kebun tanda baca, akan berupa sterofom yang sudah dihias buffalo hijau (sebagai lambang rumput) dan coklat stik es krim sebagai batang bunga (sebagai tanda hijaiyah). Cara penggunaannya adalah, bagilah siswa menjadi 5 kelompok terdiri atas 4 orang. Orang pertama mengerjakan tantangan pada papan ke-1 yaitu kantong unyil. Orang yang kedua mengerjakan pada papan yang ke-2 yaitu kebun tanda baca. Orang yang ketiga mengerjakan puzzle contoh tanda waqof dan washol. Orang yang ke-4 akan bermain pada ular tangga mini.

Baca juga:   Penerapan Keterampilan Berbicara pada Siswa dengan Metode Bermain Peran

Pemanfaatan media pembelajaran merupakan upaya kreatif dan sistematis untuk menciptakan pengalaman yang dapat membelajarkan siswa. Dengan media pembelajaran dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat dan motivasi peserta didik untuk belajar. (ce3/ida)

Guru PAIBP SDN Kemasan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya