Belajar Matematika dengan Model QI, Is OK

Oleh : Muhamad Bangkit S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENTINGNYA pendidikan sebagai sebuah konsep yang perlu ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini. Mereka perlu diberitahu bahwa pendidikan tidak hanya berarti pengetahuan atau hanya mengenal buku dan tulisan atau hal-hal belajar dengan hafalan dan juga berhitung, tapi memegang makna yang jauh lebih dalam. Ini berarti membuka pikiran anda untuk mempelajari hal-hal baru dan mengejar pilihan yang berbeda. Pendidikan yang tinggi menyediakan visi yang lebih jelas dari segala hal, membuat tujuan seseorang lebih jelas dan membuat orang lebih mudah menerima perubahan. Itu membuat orang rasional, menanamkan dalam dirinya kemampuan untuk berpikir dan bertanya.

Pendidikan tidak bisa tetap terbatas pada buku dan ruang kelas saja. Selain sumber-sumber, maka hal itu harus dicari dari apa saja. Dalam hal ini, guru harus selalu kreatif untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Selama ini guru dalam menyampaikan pembelajaran selalu menggunakan metode konvensional. Model pembelajaran konvensional ialah model pembelajaran yang umum dilakukan dalam proses pembelajaran di keseharian, yakni dilakukan dengan cara pengajar atau pendidik menjelaskan dan murid mendengarkan. Di SDN 01 Kutorejo pada kelas 6 mengalami penurunan semangat belajar dan tentunya hasil belajar menurun. Terutama pada mata pelajaran Matematika materi Pengolahan data.

Baca juga:   Pahami Peran Indonesia di ASEAN dengan Reciprocal Learning

Penulis mencoba menepis anggapan yang salah terhadap pelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Quidde Inquiry (Pencarian Terbimbing). Model QI adalah pembelajaran yang menitikberatkan pada pengembangan potensi intelektual siswa untuk mengamati dan menyelidiki sebuah fakta, fenomena atau objek tertentusecara kritis, sistematis, dan logis bagi pengembangan pengetahuan dan memformulasikan secara mandiri. Menurut Jauhar (2011), inquiry berasal dari kata to inquiry yang berarti ikut serta atau terlibat, dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi dan melakukan penyelidikan.

Dimana inquiry juga dapat diartikan sebagai suatu proses bertanya dan mencari tahu jawaban yang dipertanyakan. Pembelajaran inquiry bertujuan memberikan cara bagi siswa untuk membangun kecakapan-kecakapan intelektual dan keterampilan proses sains siswa.

Langkah-langkah penerapannya antara lain, pertama, guru mengawali kegiatan dengan pemberian motivasi belajar. Kedua, guru menyampaikan sebuah permasalahan terkait materi pelajaran. Ketiga, guru membimbing siswa mengidentifikasi permasalahan. Keempat, guru mengelompokkan siswa menjadi beberapa kelompok. Kelima, guru meminta siswa untuk mengajukan jawaban sementara tentang masalah tersebuut. Keenam, guru membimbing siswa untuk merumuskan langkah-langakah percobaan yang sesuai dengan hipotesis yang akan dilakukan. Ketujuh, guru membimbing siswa dalam memperoleh data-data yang diperlukan melalui pengamatan. Kedelapan, setiap kelompok diberi kesempatan untuk menuangkan hasil percobaan ke dalam bentuk media pembelajaran. Kesembilan, setiap kelompok dipersilakan menyampaikan hasil kerja kelompoknya dan membuat kesimpulan akhir. Kesepuluh, guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan apresiasi dan reward.

Baca juga:   Asyiknya Belajar IPS Menggunakan Media Peta

Penerapan model QI berpengaruh pada seluruh aktivitas siswa, yang diarahkan untuk mencari dan menemukan suatu yang dipertanyakan. Sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri. Artinya guru hanya sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa, yang dilakukan dengan proses tanya jawab. (ce3/ida)

Guru SDN 01 Kutorejo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya