Peningkatan Kebugaran Jasmani dengan Bintang Beralih

Oleh : Wuryanta, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan pada umumnya. Hal ini berarti pendidikan jasmani tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan pada umumnya. Sehingga keberhasilan pendidikan secara menyeluruh, pendidikan jasmani ikut ambil bagian di dalamnya. Menurutt Sukintaka (2000:2) pendidikan jasmani diartikan pendidikan untuk jasmani dan pendidikan melalui aktivitas jasmani. Pendidikan untuk jasmani berarti tujuan akhir dari pendidikan jasmani itu adalah jasmani itu sendiri. Seperti kebugaran jasmani, peningkatan unsur-unsur jasmani (kecepatan, kekuatan, power, daya tahan, kelentukan, keseimbangan, ketepatan). Sedangkan arti kedua, pendidikan itu berlangsung melalui aktivitas jasmani sebagai sarana untuk mencapai tujuan pendidikan pada umumnya yaitu manusia yang utuh.

Pendidikan jasmani dan olahraga untuk kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Agribisnis Ternak Unggas di SMK Negeri 1 Ngablak, menuntut bugarnya jasmani para siswanya.

Karena mereka akan belajar secara ourdoor di lahan atau di kandang. Biasanya berkaitan dengan pengolahan lahan, penyemprotan, angkat junjung hasil panen baik sayuran maupun ternak. Secara fisik para siswa diajarkan untuk tangguh dan kuat.

Salah satu metode yang digunakan dalam mata pelajaran Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dalam pembentukan kebugaran jasmani adalah dengan model bintang beralih. Metode ini selain dapat digunakan untuk menunjang tujuan juga sebagai hiburan agar siswa tidak terbebani dengan pembelajaran.

Baca juga:   Belajar Konsep Reduksi - Oksidasi secara Mandiri dengan Chemondro Redoks

Metode bintang beralih sebenarnya permainan anak-anak. Pada metode ini siswa diminta membentuk lingkaran dengan tiap titik diisi 2 atau 3 siswa. Tentukan pula 1 siswa sebagai pengejar dan 1 siswa yang dikejar. Nanti siswa yang mengejar akan melakukan pengejaran/penangkapan terhadap siswa yang dikejar. Apabila terkejar maka posisinya akan berbalik. Namun sebagai mode penyelamatan, siswa yang dikejar bisa berdiam atau nempel pada titik-titik siswa dalam lingkaran. Pada titik yang ditempeli siswa yang dikejar, secara otomatis siswa yang dibagian belakang barisan tersebut akan berganti menjadi siswa yang dikejar. Demikian dilakukan secara terus menerus sampai guru meniupkan peluit atau memberi tanda selesai pada sesi tersebut.

Kemudian siswa diberikan kesempatan untuk berisitirahat sambal mendengarkan guru mereview kegagalan/kesalahan dan keberhasilan pada sesi tersebut. Siswa diajak menungkapkan pendapat tentang kedua hal tersebut sehingga dapat menyusun strategi agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Setelah beristirahat, guru dapat melanjutkan kegiatan untuk sesi berikutnya.

Manfaat dari metode bintang beralih ini antara lain melatih kebugaran siswa dengan melatih siswa berlari dengan cepat. Melatih otak untuk tanggap terhadap apa yang akan terjadi dan selalu bersiap siaga jika terjadi sesuatu, juga membuat hati gembira. Karena selain berolahraga juga tertawa dan berjingkrak-jingkrak jika ada teman yang tertangkap atau melakukan kesalahan yang tidak disengaja.
Kebugaran siswa akan terbentuk secara holistik yang terintegritas dengan kesehatan rohani. Dengan metode ini kebugaran jasmani siswa akan terasah, pelajaran tersampaikan. Siswa merasa senang, tidak jenuh dengan pekerjaan atau pembelajaran di sekolah, yang pada akhirnya apa yang diharapkan dari kebugaran jasamani dan rohani untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di lahan atau dikandang akan bisa lebih ditingkatkan.

Baca juga:   Pembelajaran PJOK Semakin Menarik dengan Video Animasi

Hal yang bisa ditangkap adalah pembelajaran pada pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga dengan metode bintang beralih bisa mendukung mata pelajaran kejuruan yang menjadi andalan SMK. (pm1/lis)

Guru PJOK SMKN 1 Ngablak Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya