Pembelajaran Kepariwisataan dengan YouTube di Masa Pandemi

Oleh: Retno Indriyastuti, S.E

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ADANYA pandemi Covid-19 merubah sistem pembelajaran yakni dari interaksi secara langsung atau tatap muka berganti dengan pembelajaran daring. Pembelajaran daring atau juga pembelajaran online merupakan pembelajaran dengan memanfaatkan internet sebagai media penyampaian, interaksi dan bimbingan.

Mata pelajaran Kepariwisataan di SMKN 1 Tengaran memiliki permasalahan besar yaitu kurangnya kreativitas guru dalam menggunakan metode dan media ajar sehingga membuat siswa jenuh selama mengikuti pembelajaran daring.

Pada awal pembelajaran daring, materi kepariwisataan hanya diberikan melalui Microsoft Word, yang dibagikan guru melalui WA grup. Siswa diminta untuk membaca materi dan mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam materi. Metode pembelajaran seperti ini, ternyata mengakibatkan lama kelamaan siswa menjadi bosan dan sering terlambat dalam merespon tugas yang diberikan guru.

Menurut Coombs (1984) terdapat beberapa subsistem yang menentukan keberhasilan pembelajaran, diantaranya media pembelajaran, teknologi serta guru. Guru merupakan fasilitator dalam proses belajar mengajar yang berperan dalam pencapaian tujuan belajar. Pemilihan strategi pembelajaran yang menarik dan media yang tepat akan membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi pembelajaran secara efektif.

Perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan. Salah satunya kemudahan dalam membuat media pembelajaran. Ada banyak media dan sumber belajar daring, seperti Google Classroom, WhatsApp, YouTube serta portal dan aplikasi belajar lainnya. Media dan sumber belajar tersebut tentunya memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Oleh karena itu ketika guru menggunakan media pembelajaran secara daring, harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik materi, dan juga mempertimbangkan dari sisi peserta didik sebagai faktor utama dalam memilih media dan sumber belajar.

Baca juga:   Mind Mapping, Belajar Stoikiometri Kimia lebih Berwarna

Penulis, sebagai guru mata pelajaran Kepariwisataan di SMKN 1 Tengaran, memanfaatkan YouTube sebagai media pembelajaran. Dengan menggunakan YouTube guru dapat menampilkan video pembelajaran yang interaktif, menarik dan menyenangkan. Selain itu YouTube memiliki beberapa keunggulan sebagai media pembelajaran, yaitu YouTube merupakan situs yang paling populer di kalangan siswa, mudah digunakan dan diikuti guru dan siswa, informatif, serta menfasilitasi penggunanya untuk berdiskusi, melakukan tanya jawab bahkan mereview sebuah video.

Untuk memanfaatkan YouTube sebagai media pembelajaran, guru harus menguasai aplikasi dalam membuat video maupun mengedit video. Hal ini dilakukan supaya video yang dihasilkan menarik sehingga siswa tidak merasa bosan dan menyaksikan penjelasan guru sampai selesai. Didalam video tersebut guru menjelaskan materi secara singkat namun mudah dipahami siswa. Agar lebih menarik, video tersebut diberikan tambahan animasi dan efek suara.

Langkah-langkah penggunaan YouTube sebagai media pembelajaran adalah guru harus membuat akun YouTube agar video bahan ajar bisa diunggah di YouTube, Setelah video diunggah di YouTube, guru membagikan tautan link kepada siswa melalui WhatApp grup. Siswa diminta untuk menyimak video tersebut.

Baca juga:   Senangnya Belajar Akar Pangkat Tiga dengan Pakapati

Selain menyimak video dari YouTube, siswa diberikan tugas membuat video tentang daya tarik wisata yang ada di daerahnya secara kelompok, kemudian diunggah di YouTube dan diberikan tugas untuk menganalisis hasil video kelompok lain.

Penilaian video hasil karya siswa yang diunggah di YouTube didasarkan pada aspek kesesuaian video dengan tema, bahasa, audio, visual dan pesan yang disampaikan dalam video tersebut. Selain itu, guru dapat melihat aspek penilaian dari komentar-komentar yang ada di video tersebut.

Siswa sangat senang dan antusias mengikuti pembelajaran lewat media YouTube. Jika sebelumnya respon siswa lambat dalam mengerjakan tugas guru, dengan menggunakan media YouTube siswa berusaha mengerjakan tugas tepat waktu. Mereka berusaha untuk membuat video dengan tema yang menarik. Hasil kreativitas mereka dalam membuat video mengenai daya tarik wisata melampaui ekspetasi guru.

Pembelajaran kepariwisataan dengan menggunakan YouTube sangat menyenangkan karena fasilitas YouTube sangat variatif dan bisa dipilih sesuai dengan keinginan pengguna. YouTube dapat merangsang ide guru dan meningkatkan kreatifitas guru dalam proses belajar mengajar di masa pandemi.

Dengan menggunakan YouTube, pembelajaran menjadi lebih menarik dapat meningkatkan rangsangan positif siswa untuk belajar kepariwisataan, mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar, serta menjadi media publikasi karya siswa. (ti2/zal)

Guru SMKN 1 Tengaran.

Author

Populer

Lainnya