Kenali Pubertas dengan Observasi dan Poster Sederhana

Oleh : Marlika Wijayanti, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATA pelajaran IPA di Sekolah Dasar merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang berfungsi sebagai alat pengembangan diri peserta didik dalam berbagai kompetensi yang meliputi: kepribadian, ilmu pengetahuan, teknologi, kreatif dan kecakapan hidup. Dengan aspek tersebut peserta didik dapat tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang cerdas, terampil, dan berkepribadian, serta siap untuk ikut serta dalam menyukseskan pembangunan nasional. Pembelajaran IPA pada sekolah terutama pada sekolah dasar (SD) diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Pubertas menjadi masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Terdapat perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual saat pubertas. Tidak semua remaja mengerti dan siap terhadap perubahan tersebut ketika masa puber. Misal malu karena di wajah timbul jerawat, sudah mengalami masa menstruasi, dan masih banyak lagi. Di samping itu banyak pula orang tua yang enggan menanyakan atau membicarakan hal tersebut, terutama pada anak perempuan. Ketika beranjak remaja, peserta didik akan mengalami transformasi biologis. Guru dan orang tua perlu berperan memberikan pendampingan kepada peserta didik atau anaknya mengenai kondisi itu.

Baca juga:   Peningkatan Hasil Belajar Otomotif Melalui Think Square Share

Ketika saya mengajar kls VIA di SDN 2 Campurejo Kec. Boja Kab. Kendal pembelajaran materi Masa Pubertas, saya menyadari bahwa peserta didik butuh pendampingan untuk memahami tahap pertumbuhan dan perkembangan dengan benar. Mengandalkan aplikasi zoom dan whatsapp, mengajak peserta didik berinteraksi memahami pertumbuhan manusi dan pubertas.. Dengan begitu peserta didik dapat mengidentifikasi, merincikan, dan menyikapi sekunder pubertas laki-laki dan perempuan. Peserta didik diminta untuk mengerjakan tugas observasi terlebih dahulu di sekitar rumah, guna mengetahui remaja yang sudah mengalami pubertas dan memberikan ciri-cirinya. Setelah peserta didik melakukan observasi, kemudian peserta didik diberi tugas untuk membuat poster sederhana tentang bagaimana cara menjaga kesehatan dan perilaku di masa pubertas. Hal ini sesuai dengan pendapat Indrawati, dkk. (2009:16) menyatakan ciri-ciri suasana pembelajaran yang menyenangkan antara lain rileks, menarik, bangkitnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh, dan lingkungan belajar yang menarik.

Diharapkan dengan kegiatan observasi dan pembuatan poster tentang masa pubertas peserta didik turut antusias mengikuti pembelajaran sistem daring. Peran orang tua yang aktif sangat dibutuhkan, orang tua jangan menunggu anak bertanya. Jika menginjak umur 10 tahun tidak ada pertanyaan, kemungkinan anak merasa malu. Mulai bicarakan isu pubertas ketika anak menginjak umur 9 tahun. Masing-masing anak memang unik dan memiliki karakteristik yang bebeda. Masalah pubertas menjadi tanggung jawab orang tua. Mereka bertanggung jawab penuh terhadap persiapan anak menghadapi pubertas. Jangan sampai anak-anak tidak siap dan tidak memiliki pengetahuan pubertas yang jelas. (ti2/zal)

Baca juga:   Senang Belajar Rangkaian Listrik melalui Cooperative Learning

Guru SDN 2 Campurejo, Kendal

Author

Populer

Lainnya