Cycle Learning Optimalkan Kreativitas Penerapan Ragam Hias Bahan Tekstil

Oleh : Dyah Indriati S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SENI budaya merupakan salah satu mata pelajaran dalam kurikulum yang dimulai dari jenjang SD sampai jenjang SMA. Tujuan pendidikan seni dapat dilihat sebagai upaya untuk mengembangkan sikap agar siswa mampu berkreasi dan peka terhadap seni atau memberikan kemampuan dalam berkarya dan berapresiasi seni. Pembelajaran seni di sekolah umum pada dasarnya diarahkan untuk menumbuhkan kepekaan rasa estetik dan artistik sehingga terbentuk sikap kritis, apresiatif dan kreatif pada diri siswa secara menyeluruh.

Mata pelajaran Seni Budaya dibagi atas tiga bagian yaitu Seni Rupa, Seni Musik, dan Seni Tari. Salah satu aspek yang dikembangkan melalui pendidikan seni, khususnya pembelajaran seni rupa adalah kecerdasan kreativitas. Menurut Sumanto (2006:9) mengartikan kreativitas merupakan bagian dari kegiatan merproduksi atau berkarya termasuk dalam bidang seni rupa. Kreativitas dalam pembelajaran seni rupa diartikan sebagai kemampuan menemukan, mencipta, membuat, merancang ulang, dan memadukan suatu gagasan baru maupun lama menjadi kombinasi baru yang divisualkan ke dalam komposisi suatu karya seni rupa dengan didukung kemampuan terampil yang dimilikinya.

Salah satu materi bahasan dalam mata pelajaran Seni Budaya adalah penerapan ragam hias pada bahan tekstil pada siswa kelas VII. Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dapat dilakukan dengan cara membatik, menenun, menyulam, membordir, dan melukis. Namun penulis di SMPN 4 Sragi memfokuskan pada membatik. Hal ini penulis pilih karena Kabupaten Pekalongan penghasil batik sehingga pembelajarannya mendasarkan pada pengembangan kreativitas berbasis lingkungan.

Baca juga:   Mengidentifikasi Unsur Pembangun Puisi dengan Metode Demonstrasi

Pengembangan kreativitas berbasis lingkungan adalah proses pembelajaran yang dapat mengembangkan kreativitas siswa dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajarnya. Lingkungan dapat diformat maupun digunakan sebagai sumber belajar. Dalam hal ini, guru dapat mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa sehingga dapat mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan dengan hal itu kreativitas siswa dapat berkembang dengan baik.

Salah satu upaya penulis untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kreativitas pada pembelajaran penerapan ragam hias (batik) pada bahan tekstil ini, penulis menerapkan motode Pembelajaran Bersiklus (cycle learning). Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus, mulai dari eksplorasi (deskripsi), kemudian eksplanasi (empiric), dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). Eksplorasi berarti menggali pengetahuan prasyarat, eksplanasi berarti mengenalkan konsep baru dan alternative pemecahan, dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. Dengan Cycle Learning memungkinkan siswa untuk menuangkan ide dan kreasinya ke dalam bentuk karya yang berbeda dan berlainan serta dapat menumbuhkembangkan dan mengoptimalkan daya kreatif siswa.

Baca juga:   Pembatas Teksturnaga pada Pencernaan Makanan di Era Pandemi

Hasil pembelajaran penerapan ragam hias dengan metode cycle learning ini berhasil dan memuaskan. Meski pada awalnya kurang begitu menggembirakan, misalnya siswa masih ragu-ragu, masih malu-malu, dan masih bingung dalam mengerjakan tugas materi yang diberikan oleh gurunya. Ditambah dengan masih adanya siswa yang bermain, ngobrol dan tertawa. Namun pada akhirnya menunjukkan peningkatan yang berarti, sikap siswa yang positif, tingkat keseriusan dalam mengerjakan tugas sangat baik, sikap bicara sendiri, tertawa, bergurau sudah tidak ada. Kreativitas siswa sangat meningkat, hal ini dapat dilihat dari peningkatan aspek fluency/kelancaran, flexibility/keluwesan, originality/keaslian, elaboration/keterperincian dan sensitivity/kepekaan yang sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan ragam hias pada bahan teksti dengan metode cycle learning dapat meningkatkan kreativitas peserta didik. (ti2/ida)

Guru Seni Budaya SMPN 4 Sragi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya