Belajar Ciri-ciri Pubertas Dengan Metode Tutor Sebaya

Oleh : Umi Haniah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran yang menyenangkan akan memberi stimulan siswa lebih antusias dalam belajarnya. Seperti yang dialami penulis pada kelas VI A SDN Sidoharjo 01 Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal banyak siswa yang tidak fokus dan tampak bosan dalam mengikuti pembelajaran. Pembelajaran yang akan dilakukan dalam penyampaikan materi ciri-ciri pubertas mata pelajaran IPA dengan metode tutor sebaya.

Metode tutor sebaya (peer teaching) adalah kegiatan belajar mengajar di kelas yang memberi kesempatan pada siswa untuk mengajarkan dan berbagi ilmu pengetahuan atau keterampilan pada siswa yang lain untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan dalam belajar agar temannya tersebut bisa memahami materi dengan baik. Tutor sebaya dapat memberi rasa nyaman pada siswa karena pada umumnya hubungan antar teman lebih dekat dibandingkan hubungan guru.

Menurut Ischak (1987) tutor sebaya adalah teman sekelas yang telah tuntas terhadap bahan, yang memberikan bantuan pada siswa yang menemui kesulitan dalam memahami bahan yang dipelajari. Adapun menurut Satriyaningsih (2008) kriteria menjadi tutor yaitu memiliki kemampun akademis di atas rata-rata siswa satu kelas. Memiliki kecakapan dalam menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru. Mampu menjalin kerja sama dengan sesama siswa. Memiliki motivasi tinggi untuk menjadikan kelompok tutornya sebagai yang terbaik. Dapat diterima dan disenangi siswa yang mendapat program pembelajaran tutor sebaya, sehingga siswa tidak mempunyai rasa takut atau enggan untuk bertanya. Tidak tinggi hati, kejam atau keras hati terhadap sesama kawan. Mempunyai daya kreatifitas yang cukup untuk memberikan bimbingan yaitu dapat menerangkan pelajaran dengan teman sebayanya.

Baca juga:   Cooking Class Mudahkan Belajar Perpindahan Kalor

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya pada materi pembelajaran ciri-ciri pubertas sebagai berikut pertama guru membuat program pembelajaran tentang ciri-ciri pubertas. Pokok bahasan ini dirancang dalam bentuk penggalan-penggalan sub pokok bahasan. Setiap penggalan satu pertemuan yang didalamnya mencakup judul penggalan tujuan pembelajaran, khususnya petunjuk pelaksanaan tugas-tugas yang harus diselesaikan. Menentukan beberapa orang siswa yang memenuhi kriteria sebagai tutor sebaya. Kemudian mengadakan latihan bagi para tutor. Dalam pelaksanaan tutorial, siswa yang menjadi tutor bertindak sebagai guru. Kemudian guru memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang ciri-ciri pubertas, siswa belajar dalam kelompoknya sendiri.

Tutor sebaya bertanya anggota kelompoknya secara bergantian akan hal-hal yang belum dimengerti. Jika ada masalah yang tidak terselesaikan barulah tutor meminta bantuan guru, dan guru mengawasi jalannya proses belajar. Guru berpindah-pindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya untuk memberikan bantuan jika ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dalam kelompok. Terakhir, sebelum kegiatan pembelajaran berakhir, guru memberikan soal-soal latihan kepada anggota kelompok (selain tutor) untuk mengetahui hasil belajar mereka.

Baca juga:   Semakin Tertarik Belajar Tematik dengan Metode Cooperative Script

Metode pembelajaran tutor sebaya memiliki kelebihan di antaranya ada kalanya hasil lebih baik bagi beberapa anak yang mempunyai perasaan takut atau enggan bertanya kepada guru. Bagi tutor, pekerjaan tutoring akan bermanfaat bagi dirinya sendiri untuk memperkuat konsep yang dibahas. Bagi tutor merupakan kesempatan untuk melatih diri, memegang tanggung jawab dalam mengemban tugasnya, dan melatih kesabaran. Adapun kekurangan metode tutor sebaya adalah siswa yang dibantu seringkali kurang serius karena merasa hanya berhadapan dengan temannya. Ada beberapa anak yang malu bertanya karena takut rahasianya diketahui oleh teman sebayanya. (gb1/ton)

Guru Kelas VI A SDN Sidoharjo 01 Kec. Suradadi Kab. Tegal

Author

Populer

Lainnya