WhatsApp untuk Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Nur Afidah, S.Pd.AUD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Saat ini semua proses pembelajaran dari semua jenjang pendidikan menerapkan pembelajaran daring. Membutuhkan jaringan internet sebagai jembatan pertemuan antara pendidik dan peserta didik. Berbagai media juga dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran daring, misalnya menggunakan layanan WhatsApp.

Dalam suatu pembelajaran daring ada beberapa hal yang menjadi kendala. Seperti, kendala jaringan internet sehingga menghambat pelaksanaan video call dan orang tua yang bekerja sehingga tidak dapat mendampingi. Tantangan bagi guru dalam pembelajaran daring adalah memberikan tugas kepada anak namun tidak sepenuhnya yang mengerjakan adalah anak. Ada campur tangan orang tua dalam proses penugasan.

Karakteristik belajar anak juga berbeda dengan orang dewasa. Cara belajar anak dengan bermain seraya belajar. Namun hal ini dapat dikemas dengan pembelajaran yang menarik dan informatif. Sehingga anak dapat berlatih dan belajar dalam suaasana yang menyenangkan tanpa meninggalkan tujuan pembejalajan tersebut (Anggraini & Putri, 2019: 3-4).

Guru harus kreatif dalam menggunakan metode pembelajaran yang sesuai agar tercapainya tujuan pembelajaraan. Pemilihan model dan metode pembelajaran yang tepat mampu meningkatkan minat belajar anak.

Baca juga:   Perlunya Penekanan Pendidikan Karakter di Awal Pembelajaran Tatap Muka

Ada beberapa metode pembelajaran yang digunakan di TK Muslimat NU Jatirejo selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Guru TK Muslimat NU Jatirejo merupakan guru yang tergolong kreatif dalam menyajikan model pembelajaran terhadap anak.

Pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring yang dilakukan di TK Muslimat NU Jatirejo menggunakan WhatsApp. Media ini untuk interaksi dan berdiskusi dengan siswa atau orang tua. WhatsApp merupakan media komunikasi efektif masa kini yang memudahkan penggunanya untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi. Serta dapat digunakan sebagai forum diskusi dan penyebaran materi pembelajaran.

WhatsApp group dapat memudahkan guru untuk mengirim materi pembelajaran dan berkomukasi dengan orang tua. Sebaliknya orang tua juga bisa merespons tugas dari guru melalui WhatsApp group. Guru tidak sekadar menulis pesan singkat ketika pemberian tugas. Guru juga memanfaatkan fitur-fitur di WhatsApp. Seperti voice note/perekam suara, video dan video call untuk memberikan intruksi kegiatan terhadap anak (Hutami & Nugraheni, 2020: 4).

Setiap hari guru TK Muslimat NU Jatirejo membuat video pembelajaran yang nantinya dikirimkan ke WhatsApp group. Video pembelajaran tersebut berisi tentang intsruksi mengerjakan tugas buku tema yang telah disediakan oleh sekolah. Satu minggu sekali tepatnya pada hari Kamis guru mengadakan video call dengan anak-anak untuk menyampaikan materi keagamaan seperti bacaan-bacaan salat, doa harian dan surat-surat pendek.

Baca juga:   Pendekatan Inkuiri Tingkatkan Hasil Belajar IPS

Alasan guru TK Muslimat NU Jatirejo menggunakan WhatsApp karena aplikasi ini sudah umum digunakan oleh masyarakat. Wali murid juga lebih mudah untuk menggunakannya. WhatsApp juga mempunyai fitur-fitur lengkap seperti mengirim dokumen, video, voice note, video call, foto dan juga pesan singkat. Sehingga dapat melakukan diskusi dengan orang tua dan mengirimkan materi tugas pembelajaran kepada siswa dengan mudah. (ag1/lis)

Guru TK Muslimat NU Jatirejo, Kec. Ampelgading, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya