Tingkatkan Keterampilan Menulis Berita dengan Metode Partisipatori Teknik ATTL

Oleh : Ris Mulyati Sholikhatul Muslikah, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan menulis merupakan kegiatan menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan. Kegiatan menulis menjadikan seseorang mampu mengungkapkan ide dan pikiran. Pikiran seseorang dapat dilihat dari keterampilan berbahasanya. Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai dalam komunikasi adalah keterampilan menulis.

Keterampilan menulis di sekolah kurang mendapat perhatian. Seringkali diremehkan siswa. Ketika pembelajaran menulis berlangsung siswa kurang bersemangat, kurang konsentrasi, dan tidak antusias.
Hal ini disebabkan anggapan siswa yang merasa kurang mendapat manfaat dari pembelajaran menulis. Guru juga mengalami kesulitan dalam menerapkan metode menulis yang baik karena siswa tidak antusias menerima pelajaran dan sulit diajak serius.

Proses pembelajaran menulis teks berita dianggap berhasil jika kompetensi dasar yang disampaikan tercapai. Hal tersebut dapat terlihat dari pencapaian indikator maksimal. Indikator dalam pembelajaran ini, yang pertama siswa mampu menulis teks berita dengan unsur berita lengkap. Indikator kedua siswa mampu menulis teks berita dengan memperhatikan keruntutan pemaparan, penggunaan kalimat, kosakata, kemenarikan judul, dan penggunaan ejaan. Indikator ketiga siswa mampu menulis teks berita dengan singkat, padat, dan jelas.

Baca juga:   Enjoi Belajar Integrasi Nasional dengan Inquiry Training

Namun indikator tersebut belum tercapai secara maksimal oleh siswa MAN 1 Gunungkidul. Masih berada di bawah KKM (kriteria ketuntasan minimal) yang telah ditentukan, yaitu 75. Untuk meningkatkan keterampilan menulis berita, penulis menggunakan metode partisipatori dengan teknik ATTL.

Purwanto (2008) menjelaskan partisipatori adalah metode pembelajaran yang lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. Siswa dianggap sebagai penentu keberhasilan. Dalam metode partisipatori, siswa aktif, dinamis, dan berlaku sebagai subjek belajar dan guru sebagai pemandu atau fasilitator. Sedangkan teknik adalah cara konkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung.

Menurut Suyatno (2004:15) teknik pembelajaran dapat diartikan cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan metode secara spesifik. Teknik ATTL ini menggambarkan proses dalam mendapatkan berita mulai pengamatan objek berita sampai menghasilkan berita berupa teks berita. Kegiatan tersebut mulai dari amati, tanya, tulis dan laporkan.

Tahap A atau amati artinya siswa diajak mengamati lingkungan. Siswa diberi kesempatan keluar kelas untuk mengamati lingkungan dan mencari bahan yang dapat diijadikan sebagai berita. Tahap T atau tanya adalah menemukan hal atau informasi lain yang dapat dijadikan berita.

Baca juga:   Pembelajaran dengan STAD Berbantu PowerPoint pada Materi Fungsi Kuadrat

Tahap ketiga adalah T atau tulis. Ini adalah tahap inti dari proses pembelajaran. Tahap terakhir adalah L yaitu laporkan. Siswa tidak hanya dituntut bisa menulis tetapi berani melaporkan hasil pekerjaannya di depan kelas.

Penggunaan metode partisipatori dengan ATTL merupakan proses pembelajaran yang menarik. Sehingga penggunaan metode partisipatori dengan teknik ATTL diharapkan mempermudah siswa kelas XII MAN 1 Gunungkidul dalam memahami teori dan meningkatkan keterampilan menulis teks berita. Serta mengubah perilaku siswa ke arah yang positif. (pm1/lis)

Guru Kelas XII MAN 1 Gunungkidul

Author

Populer

Lainnya