Mudah Belajar Personal Identity dengan Silent Line-Up

Oleh : Ana Rahmawati Ningsih, S.Pd.,M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Siswa kelas 7 merupakan siswa pemula pembelajar bahasa Inggris. Ada sebagian siswa yang baru mendapatkan mata pelajaran tersebut. Ada pula siswa yang sudah mendapatkan mata pelajaran bahasa Inggris ketika siswa duduk di bangku sekolah dasar. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran bahasa Inggris, siswa mengalami beberapa hambatan.

Pertama, penguasaan kosakata. Siswa terbatas dalam menguasai kosakata. Siswa hanya mendapatkan kosakata-kosakata ketika siswa belajar di kelas. Tapi, sebagian siswa akan melupakan kosakata-kosakata tersebut saat pelajaran selesai. Kedua, siswa kelas 7 merupakan siswa yang baru memasuki lingkungan baru. Perkenalan menggunakan bahasa Inggris adalah hal baru bagi siswa. Rasa malu dan tidak percaya diri ada pada diri siswa. Ketiga, metode pembelajaran guru yang masih monoton. Terlebih, guru tidak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Guru lebih mendominasi. Keempat, terbatasnya waktu belajar bahasa Inggris. Mata pelajaran bahasa Inggris hanya diajarkan 4 jam per minggu. Jika, siswa yang tidak dapat memanfaatkan waktu belajar dengan baik, maka siswa akan tertinggal jauh dengan siswa lain.

Pada materi pembelajaran Personal Identity, siswa diharapkan dapat berkomunikasi dengan cara memperkenalkan diri kepada siswa lain secara lisan. Siswa dapat menjelaskan tentang diri siswa, meliputi nama, usia, alamat, hobi, dan keterangan lain. Keterampilan berbicara menjadi penilaian utama dalam materi ini.

Baca juga:   Belajar Tajwid dengan Metode Sang Dai Lik

Berelson dan Stainer menyatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses pencapaian informasi, gagasan, emosi, dan keahlian. Mereka menambahkan bahwa komunikasi diperoleh melalui penggunaan simbol-simbol, seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan isyarat-isyarat. Sementara itu, Melchor Bernardo dalam artikelnya yang berjudul 30 Get to Know You Games for Kids memperkenalkan sebuah metode pembelajaran berbasis game, Silent Line-Up. Dengan menerapkan metode pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu untuk terlibat aktif dalam pembelajaran.

Adapun langkah-langkah pembelajaran, pertama, guru meminta siswa untuk berbaris. Sebelum siswa berbaris, guru memberikan tema pada siswa. Tema disesuaikan dengan materi pembelajaran, Personal Identity. Tema yang diberikan, antara lain nama depan, usia, tanggal dan bulan lahir, tempat tinggal, berat badan, dan lain sebagainya. Kedua, siswa berbaris tanpa mengeluarkan suara. Tapi, siswa boleh menggunakan isyarat. Isyarat melalui jari-jari tangan ataupun anggukan kepala. Ketiga, setelah siswa berbaris dengan benar, guru meminta siswa untuk berbaris secara berlawanan. Misal, siswa semula berbaris berdasarkan bulan lahir (Januari sampai dengan Desember), maka siswa berbaris secara berlawanan (Desember sampai dengan Januari). Tapi, siswa dapat berkomunikasi lisan berbahasa Inggris dengan siswa lain. Keempat, guru meminta siswa untuk berbaris kembali. Guru memberikan tema yang berbeda. Kelima, guru dan siswa mendiskusikan kegiatan yang sudah dilakukan. Lalu, guru dapat bertanya tentang jenis komunikasi mana yang lebih efektif. Komunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat atau bahasa Inggris secara lisan.

Baca juga:   Belajar Upaya Pembelaan Negara Asyik dengan TGT

Metode pembelajaran ini telah diterapkan pada siswa kelas 7 semester 2 di SMP Negeri 3 Patebon. Dengan menerapkan Silent Line-Up, siswa dapat memahami dengan benar bagaimana cara memperkenalkan diri secara lisan. Siswa juga dapat mengetahui jenis komunikasi mana yang lebih efektif untuk diterapkan. Keuntungan lain, hasil penilaian siswa pada materi pembelajaran Personal Identity meningkat dibandingkan dengan menerapkan metode pembelajaran sebelumnya. (kb4/ton)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Patebon Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya