Kembangkan Kompetensi Menulis Dongeng melalui Kartun Animasi

Oleh : Liliyek Puji Rustanti, S.Pd, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dongeng merupakan kompetensi pembelajaran di kelas VII SMP. Dongeng merupakan sarana pengenalan budi perkerti dan nasionalisme pada peserta didik. Budi pekerti berupa ajaran dasar mengenai hal baik yang wajib dipahami dan hal buruk atau kurang baik yang harus diketahui dan dihindari dalam kehidupan. Sebagian pendidik merasa pembelajaran dongeng hanya sebatas menganalisis unsur lahir dan batin pada sebuah dongeng, konteks luar dalam kehidupan tokoh yang merupakan simbolik kehidupan pun belum tersentuh. Pertanyaan berkisar 5 W + 1 H. Apa yang terjadi, di mana, siapa, kapankah, dan bagaimana yang dilakukan tokoh dalam dongeng saja. Kedalaman kontens hanya dibahas sebatas konteks verbalis dalam penyusunan peristiwa dalam dongeng. Bagaimana supaya tidak membosankan dan memberikan tantangan baru di era ini?

Perlu kiranya kita manfaatkan teknologi yang sesuai dengan usia peserta didik. Aplikasi pembuat dongeng bisa digunakan kartun atau aplikasi konversi langsung dari video biasa diubah ke kartun. Jika penilaian bersifat individu, orientasi pada pemaparan, pemahaman cerita maka kita gunakan kartun animasi. Jika penilaian yang kita gunakan menggunakan metode kelompok maka bisa menggunakan aplikasi konversi atau beberapa gabungan aplikasi sebagai pembuat dasar dan editor video.

Berikan konsep utama berupa cerita dongeng utuh kepada peserta didik. Dari konsep utuh cerita tersebut, ajak mereka memilah menjadi peristiwa pembangun pada masing masing bagian utama pembangun alurnya. Setelah mengetahui alur utama dan peristiwa penyusunnya ajaklah memahami latar waktu dan tempatnya, kemudian mencatat atau menuliskan dialog dalam cerita. Jadikan catatan kecil pada tiap bagian peristiwa. Setelah itu ajaklah anak berkreativitas dengan membuka play store, mau menggunakan aplikasi free atau berbayar.

Baca juga:   Keunikan Pembelajaran Seni dalam Kurtilas

Sebagai pembelajaran awal maka semua peserta didik harus menginstal aplikasi tersebut. Kita mulai mengajak mereka pada bagian orientasi dalam cerita. Pastikan setiap bagian baik itu orientasi, komplikasi maupun resolusi telah terkonsep menjadi beberapa gambar lengkap dengan dialog, tokoh dan seting pendukungnya.

Tahap selanjutnya gunakan musik yang lirih pada bagian tertentu agar tidak merusak cerita dalama gambar. Bila menginginkan bisa dimanfaatkan alih suara sebagai pendukung dalam cerita. Rangkai semua dalam video pendek yang masih terpisah dalam tiap bagian alur.

Orientasi berdiri sendiri sebagai video gambar berseri, komplikasi sebagai video gambar berseri 2, resolusi video gambar berseri 3. Ajak siswa menggunakan aplikasi ke 2 yaitu editor video untuk merangkai hasil mentah kraesi dongeng yang kita ajarkan. Berikan judul pada bagian awal, lampirkan narasi sebgai pembuka masukkan video bagian 1, lampirkan narasi ke 2 sebagai pertanda masuk ke bagian komplikasi demikian seterusnya sehingga menjadi bangunan karya vidio utuh dan menarik.

Jika itu berupa video kelompok bisa dimainkan langsung peserta didik kemudian dikonversi menjadi kartun, atau pilih animasi kartun yang berupa manusia bukan gambar. Lakukan tahapan yang sama dalam membangun konten cerita. Sisipkan kata motivasi di ujung penutup video sebagai kraesi dan moto hidup peserta didik saat membuat dongeng itu. Kesempatan membuat sebuah quote ketika belajar sesuatu adalah pembangkitan rasa percaya diri dan ungkapan kesuksesan ketika sudah menyelesaikan program pembelajaran.

Baca juga:   Pembelajaran Berbasis Projek Tingkatkan Kompetensi Chest Pass Basket

Mengajarkan publikasi kepada peserta didik sebagai langkah penutup. Publikasi yang tercepat dan mudah dilihat orang adalah Youtube atau Instagram atau aplikasi lainnya yang digemari peserta didik. Berikan kesempatan untuk mengunggah karya mereka, dan berikan kepercayaan bahwa kreasi mereka layak mendapat apresiasi dari semua orang. Untuk membangun rasa percaya diri tersebut pendidik mewajibkan setiap anggota kelas untuk meng-follow atau likes bahkan subscribe karya temannya dan memberi batasan komentar yang sopan dalam tiap unggahan kawannya. Link hasil publikasi dikirimkan kepada pendidik melalui grup kelas atau komunitas yang telah disepakati. (kb4/lis)

Guru SMPN 1 Mranggen, Demak

Author

Populer

Lainnya