Asesmen Nasional (AN): Cara Memotret Sistem Pendidikan secara Keseluruhan

Oleh : Sri Tilar Winarni, S.Pd., M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pada tahun- tahun sebelumnya pada saat- saat bulan seperti ini biasanya semua peserta didik serta para rekan rekan guru sedang sibuk- sibuknya mempersiapkan UN alias Ujian Nasional. Pendidik dan peserta didik hampir setiap hari mulai kegiatan KBM-nya di pagi hari dan mengakhirinya di sore hari karena diadakannya les sore atau les pagi hari di sekolah masing- masing demi yang namanya nilai UN. Akan tetapi tahun ini ada yang berbeda karena ditiadakannya UN (Ujian Nasional) dan resmi diselenggarakannya (AN) Asesmen Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kebijakan ini ditetapkan berdasarkan hasil koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan sejumlah dinas dan lembaga terkait.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan ini dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Dalam hal ini AKM sangat berhubungan erat dengan AN (Asesmen Nasional), karena AKM merupakan bagian dari AN.

Baca juga:   Cara Praktis Pembelajaran Matematika di Era Pandemi

Jadi ada tiga instrumen utama dalam AN, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Adapun bidang yang diukur adalah: (a). Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid;(b). Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid; (c). Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat sekolah.

Perbedaan yang sangat mencolok pun mewarnai antara peserta UN dan AN. Jika pada UN semua peserta didik diharuskan menempuh UN, sementara itu untuk peserta AN hanya sampel dari peserta didik kelas V, VIII, dan kelas XI. Informasi dari sampel yang mewakili populasi murid di setiap sekolah pada jenjang kelas tadi sangatlah diperlukan karena hal ini sesuai dengan salah satu tujuan Asesmen Nasional yaitu untuk memotret dan memetakan mutu sekolah dan sistem pendidikan secara keseluruhan. Jadi ada yang perlu ditekankan terkait dengan tujuan dan fungsi Asesmen Nasional yakni Asesmen Nasional tidak digunakan untuk menentukan kelulusan menilai prestasi murid sebagai seorang individu. Evaluasi hasil belajar setiap individu murid menjadi kewenangan pendidik. Sementara itu pemerintah melalui Asesmen Nasional melakukan evaluasi sistem.

Baca juga:   Serunya Belajar Organ Pencernaan dengan Metode Picture and Picture

Program Asesmen Nasional merupakan angin segar pagi peserta didik dan pendidik, dimana hasil Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran. Sementara pemilihan jenjang kelas V, VIII dan XI dimaksudkan agar peserta didik yang menjadi peserta Asesmen Nasional dapat merasakan perbaikan pembelajaran ketika mereka masih berada di sekolah tersebut. Bravo semuanya selamat melakuakn perbaikan pembelajaran. (kb4/ton)

Guru SMA MTA Surakarta

Author

Populer

Lainnya