Belajar Asyik Menulis Puisi dengan Media Bank Kata

Oleh: Sri Haryani, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menulis merupakan salah satu materi dalam pelajaran bahasa Indonesia yang dianggap sulit oleh siswa. Karena siswa kesulitan dalam mencari ide/gagasan serta mengembangkannya menjadi sebuah kalimat. Selain itu perbendaharaan kata yang dimiliki siswa juga terbatas.

Mereka mengalami kesulitan saat merangkai kata menjadi kalimat yang baik. Untuk itu guru harus mencari metode/media yang tepat agar kegiatan pembelajaran menulis puisi kelas X semester 2 SMA Negeri 4 Magelang dapat dikuasai siswa.

Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.

Menurut Karar dan Yenice (2012), pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar pembelajar secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan. Yakni mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik. Kemudian menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan.

Dalam rangka menerapkan pendekatan saintifik, guru dapat menggunakan metode/media pembelajaran yang tetap dengan materi yang diajarkan. Dalam menggunakan metode/media hendaknya guru memperhatikan sejumlah prinsip-prinsip tertentu agar penggunaan media tersebut dapat tercapai hasil yang baik. Menurut Nana Sudjana (1991 : 104) prinsip-prinsip pemilihan media ialah menentukan jenis media dengan tepat. Menetapkan atau memperhitungkan subjek dengan tepat, menyajikan media dengan tepat. Menetapkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat.
Dalam pembelajaran materi menulis puisi ini, guru menggunakan media bank kata sebagai sarana untuk membantu siswa dalam proses menulis. Media bank kata ialah media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang berupa kumpulan kata- kata yang dibuat dengan cara menuliskan kata pada lembaran kertas. Dapat dibentuk kotak, bulat, atau sesuai kreativitas guru.
Semakin banyak kata yang disediakan semakin lengkap bank tersebut. Proses pembelajaran menulis puisi dengan media bank kata ini diawali dengan apersepsi, setelah itu guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok.

Baca juga:   Jurus Jitu Mengajar Membaca dengan Metode Bunyi

Guru sebagai petugas bank membagikan sejumlah kata kepada masing-masing kelompok. Setelah menerima kata-kata tersebut, maka kelompok akan bekerja sama merangkai kata-kata tersebut menjadi sebuah puisi. Jika ada kata yang kurang cocok, siswa dapat menukar kata tersebut kepada guru selaku petugas bank.

Setelah selesai, masing-masing kelompok akan membacakan hasil menulis puisinya di depan kelas. Penggunaan media bank kata ini, dapat membantu siswa dalam menulis puisi. Mereka menjadi lebih bersemangat dan antusias saat mengikuti pembelajaran karena penggunaan media yang dibuat semenarik mungkin. Suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan kreativitas siswa menjadi lebih optimal. (ag1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 4 Magelang

Author

Populer

Lainnya