Belajar Cepat Materi APBN dan APBD dengan Mind Mapping

Oleh : Sri Mulyani S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MIND mapping adalah pemetaan pikiran yang terorganisasi secara visual dari ide dan konsep. Teknik ini awalnya diperkenalkan oleh Tony Buzan, seorang psikolog asal Inggris. Dengan cara kreatif ini, dijamin lebih ampuh untuk memahami maupun menghafal materi pelajaran.

Metode mind mapping ini cukup tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kelebihan metode ini, 1) meningkatkan daya ingat lebih detail. Dengan mind mapping, membantu siswa memahami materi tentang Anggaran Belanja Pendapatan Negara (APBN) dan Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) secara detail. Terutama hal-hal yang membedakan kedua konsep tersebut. Dengan mind mapping, siswa belajar menggunakan otak kanan yang melibatkan imajinasi, visualisasi, kreativitas, dan berhubungan langsung dengan otak bawah sadar sehingga lebih mudah untuk mengingat poin-poin penting. Selain itu, dengan teknik belajar ini, pikiran akan fokus pada topik utama kemudian mengasosiasi dengan kata kunci yang bisa divisualisasikan dengan gambar tertentu dari sebuah pelajaran. 2) Materi sulit jadi lebih mudah dikuasai. Seringkali siswa terutama kelas XI SMAN 2 Wonogiri merasa kesulitan memahami materi APBN dan APBD, karena belum memahami gambaran besar dari materi tersebut. Jadinya, mau dipelajari berulang kali pun masih ada yang kurang paham, bahkan terlupakan. 3) Belajar dengan cara kreatif, lebih menyenangkan! Belajar dengan mind mapping lebih menyenangkan karena melibatkan kreativitas.

Baca juga:   Multimedia Autoplay dalam Meningkatkan Hasil Belajar Salat Jenazah

Supaya siswa dapat dengan mudah membuat mind mapping, yang perlu disiapkan siswa adalah, A) pertama, siapkan kertas yang siap untuk dicorat-coret, utamakan kertas polos biar siswa dapat bebas berimajinasi. Kedua, tentunya pensil atau spidol warna-warni biar tampilannya lebih menarik.

B) Mulai dengan topik utama. Setelah semua sudah siap, mulai mind mapping dengan menuliskan topik utama di bagian tengah halaman. Dari situ, baru mulai mengembangkan menjadi subtopik yang berkaitan disertai turunannya. Materi APBN, maka topik utamanya adalah APBN. Berarti subtopik-nya terbagi APBN dan APBD. Turunannya adalah langkah penyusunan APBN dan APBD.
C) Gunakan satu kata atau frase. Usahakan untuk menggunakan satu kata atau frase untuk setiap subtopik maupun turunannya. Ini untuk memudahkan siswa mengingat. Kalau menggunakan kata yang terlalu panjang atau rumit, akan menghambat siswa dalam menghafalnya.

D) Berkreasi dengan ilustrasi dan warna. Dengan memberikan ilustrasi sederhana dan warna yang menarik dilihat, maka mind map siswa akan lebih seru. Jangan lupa gunakan warna yang berbeda untuk setiap garis subtopik, biar lebih menarik secara visual. Semakin berkreasi pasti semakin menarik mind map yang dihasilkan.

Baca juga:   Post Test Menyenangkan dengan Teka-Teki Silang Sederhana Online

Itulah cara belajar cepat dengan mind map. Dengan membiasakan membuat mind map, cara berpikir siswa lama-kelamaan akan terstruktur. Keadaan seperti inilah yang secara langsung maupun tidak langsung memudahkan siswa dalam mengasosiasikan berbagai topik maupun subtopik yang mereka buat.

Ketika siswa kesulitan memahami suatu materi, siswa kan mencari asosiasi yang sama dengan topik atau materi tersebut. Disinilah peran kata kunci dalam metode mind map. Ketika mendapatkan kata kunci, siswa dengan mudah memahaminya materi APBN tersebut. Belajar mind map ini adalah cara cermat belajar cepat bagi siswa kelas XI SMA Negeri 2 Wonogiri. (pg2/ida)

Guru SMAN 2 Wonogiri

Author

Populer

Lainnya