Timbulkan Rasa Senang Belajar Tematik melalui Pendekatan Scientific DL

Oleh : Nur Laeli Sodik, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dewasa ini guru-guru dituntut untuk menjadi guru yang profesional. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru sebagai guru professional adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik berkaitan dengan keterampilan guru dalam melaksanakan kegiatan atau proses pembelajaran di kelas. Diharapkan guru memiliki kompetensi pedagogic yang baik agar mampu memberikan ruang belajar yang dapat menggali potensi dan mengembangkan siswa siswi di kelasnya.

Salah satu keterampilan sebagai kompetensi pedagogik yang harus dimiliki oleh guru yaitu penguasaan terhadap metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang masih tradisional inilah yang menyebabkankan siswa kelas 1 SD 02 Pekiringanalit mengalami penurunan minat belajar. Khususnya pada mata pelajaran Tematik KD Peristiwa Alam, siswa merasa tidak bersemangat untuk belajar dan kurang memperhatikan guru sewaktu pembelajaran berlangsung.

Maka penulis berinisiatif mencoba mengubah pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Pendekatan dengan menggunakan pembelajaran discovery learning (DL). Pendekatan Saintifik sering diartikan sebagai kerangka ilmiah yang dilaksanakan pada Kurikulum 2013. Proses pembelajaran ini sering disamakan dengan proses ilmiah, karena terdapat beberapa tahapan yang di lalui di dalamnya, terutama dalam kegiatan inti. Pada pendekatan ini biasanya kegiatan pendahuluan dilakukan untuk memantapkan pemahaman peserta didik tentang pengetahuan awal yang telah dikuasai dilanjutkan dengan penyampaian tujuan pembelajaran sehingga menimbulkan rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk belajar pada kegiatan inti. Pada kegiatan inti peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan metode ilmiah. Agar kegiatan pembelajaran inti dapat menjadi terarah dan bermakna, maka pendidik harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis sesuai langkah metode ilmiah.

Baca juga:   Mengatasi Kendala Pembelajaran Olahraga di Masa Pandemi Covid-19

Berikut ini terdapat beberapa tahapan yang dilalui dalam menerapkan Scientific diantaranya adalah : Pertama, Mengamati dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak. Kedua, Menanya untuk membangun pengetahuan peserta didik secara faktual, konseptual, dan prosedural, hingga berpikir metakognitif, dapat dilakukan melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, dan diskusi kelas. Ketiga, Mengeksplor atau mengumpulkan informasi, atau mencoba untuk meningkatkan keingintahuan peserta didik dalam mengembangkan kreatifitas, dapat dilakukan melalui membaca, mengamati aktivitas, kejadian atau objek tertentu, memperoleh informasi, mengolah data, dan menyajikan hasilnya dalam bentuk tulisan, lisan, atau gambar. Keempat, Mengasosiasi dapat dilakukan melalui kegiatan menganalisis data, mengelompokan, membuat kategori, menyimpulkan, dan memprediksi. Kelima, Mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik, dapat dilakukan melalui presentasi, membuat laporan, dan/ atau unjuk kerja.

Pendekatan scientific menggunakan pembelajaran discovery learning membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan- keterampilan dan proses-proses kognitif. Sehingga penerapan dengan metode ini sangat cocok bagi anak-anak kelas rendah. Karena berdampak dapat menimbulkan rasa senang pada siswa. (ce2.3/ton)

Baca juga:   Pembiasaan Tiga Kata Emas Penanaman Nilai Budi Pekerti

Guru Kelas I SDN 02 Pekiringanalit Kec. Kajen Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya