Tertarik Belajar IPA Real dengan Pendekatan Lingkungan

Oleh : Eti Musdalipah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Minat belajar merupakan bentuk ketertarikan, keinginan siswa untuk melakukan hal, tugas, latihan, yang berkaitan dengan pembelajaran. Dengan meningkatnya minat siswa dalam belajar maka secara signifikan prestasi hasil belajarpun secara otomatis akan baik. Dengan demikian peranan minat menjadi sangat penting atau dominan berkaitan dengan upaya peningkatan hasil belajar siswa.

Kenyataan yang terjadi dalam pembelajaran sering dijumpai hal-hal yang tidak mendukung dalam rangka pencapaian hasil belajar. Seperti minat atau keinginan siswa dalam belajar yang relatif masih rendah, beberapa kompetensi dasar sebagai tujuan pembelajaran yang belum mampu tercapai sesuai standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang diharapkan. Sehingga perlu dilakukan upaya atau langkah konkret untuk meningkatkan minat atau motivasi belajar pada siswa.

Hal itu terjadi pada peserta didik kelas 5 SDN 03 Gebangkerep, Kecamatan Sragi. Minat belajar siswa menurun drastis pada materi tumbuhan hijau. Harapan guru dengan meningkatnya minat siswa dalam belajar maka secara signifikan prestasi hasil belajarpun secara otomatis akan baik.

Peranan minat menjadi sangat penting atau dominan berkaitan dengan upaya peningkatan hasil belajar siswa. Penulis menerapkan pendekatan lingkungan, yang merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akaan menarik siswa, jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan, sehingga apa yang dipelajari berhubungan dengan kehidupan dan berfaedah bagi lingkungan (Khusnin, 2008). Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Penggunaaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna sebab anak dihadapkan pada kondisi yang sebenarnya. Pelajaran biologi dengan menggunakan bahan-bahan alami lebih menguntungkan bagi siswa dan pengalaman bersahabat dengan alam lebih cenderung menyiapkan perasaan positif bagi siswa terhadap keajaiban alam.

Baca juga:   Sinematografi Melejitkan Kemampuan Mendeskripsikan

Pembelajaran melalui pendekatan lingkungan kini dipopulerkan dengan istilah outbond, yaitu suatu program pembelajaran di alam terbuka yang berdasarkan pada prinsip experimential learning. Yaitu belajar melalui pengalaman langsung. belajar menjadi hal yang berpengaruh terhadap pembelajaran anak. Lingkungan belajar yang kondusif menjadi faktor penting untuk memaksimalkan kesempatan belajar bagi anak. Lingkungan belajar yang dimaksud yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat proses pembelajaran dilaksanakan. Sedangkan kondusif artinya kondisi yang benar-benar nyaman serta mendukung kegiatan belajar mengajar.

Langkah-langkah pendekatan lingkungan antara lain mengembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan barunya. Melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik, mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya, menghadirkan model sebagai contoh belajar. Melakukan refleksi diakhir pertemuan, melakukan penilaian yang sebenarnya dengan melakukan berbagai cara.

Penerapan pendekatan lingkunganm menghemat biaya, karena memanfaatkan benda-benda yang telah ada di lingkungan. Pelajaran lebih aplikatif, maksudnya materi pelajaran yang diperoleh siswa melalui lingkungan kemungkinan besar akan dapat diaplikasikan langsung, karena siswa akan sering menemui benda-benda atau peristiwa serupa dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan penerapan ini menghasilkan siswa yang bersemangat dalam belajar. (ce3/lis)

Baca juga:   Belajar IPA di Rumah, Olah Tanaman Herbal untuk Tingkatkan Imun

Guru Kelas V SDN 03 Gebangkerep, Kec. Sragi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya