Strategi Memotivasi Siswa dalam Mempelajari Kisah Nabi

Oleh : Herlina Dewi, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan secara sistematis dalam mewujudkan suasana belajar-mengajar agar para peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. Dengan adanya pendidikan maka seseorang dapat memiliki kecerdasan, akhlak mulia, kepribadian, kekuatan spiritual, dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat, pendidikan agama dimunculkan di mata pelajaran sekolah.

Fungsi pendidikan keagamaan ada dua macam yaitu mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mampu untuk mengamalkan nilai-nilai yang didapatkan atau menjadi ahli agama, untuk membentuk peserta didik yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai agamanya agar menjadi ahli di bidang agama yang memiliki wawasan luas, kritis, inovatif dan dinamis. Permasalahan yang dihadapi peserta didik di dalam kelas mengerucut kecil, seperti yang dialami oleh peserta didik kelas IV SDN Ambokembang, Kec. Kedungwuni. Pada KD Menceritakan kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s, semangat siswa untuk mengikuti pelajaranpun menurun. Terkadang guru dalam setiap menyampaikan mata pelajaran menggunakan metode yang sama hal ini menyebabkan siswa merasa cepat bosan.
Maka penulis menerapkan sebuah trik supaya siswa tertarik, yaitu trik memotivasi siswa. Misalnya memberi semangat pada siswa untuk belajar agama yaitu dengan cara : pertama, menyampaikan manfaat dan tujuan pembelajaran, karena dengan menyampaikan tujuan pembelajaran maka siswa juga diajak untuk semakin memahami alasan mereka belajar suatu materi pelajaran.

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Belajar Siswa melalui Penelitian Tindakan Kelas

Kedua, variasi kegiatan. Setiap kali hendak mengajar guru harus memikirkan variasi pembelajarannya. Misalnya, dengan cara bermain peran, berdiskusi, melakukan eksperimen dan lain-lain. Ketiga, suasana belajar yang menyenangkan. Menciptakan suasana menyenangkan dan siswa tetap fokus dalam pembelajaran, misalnya bernyanyi, mendongeng, melakukan aktivitas permainan dan lainnya. Keempat, berikan reward. Siswa SD lebih membutuhkan penghargaan daripada kritikan. Dan penghargaan paling sederhana adalah berupa pujian. Kelima, sampaikan kriteria penilaian. Guru perlu menyampaikan kepada anak-anak didiknya kriteria penilaian apa saja yang akan diambil, misalnya dari kepercayaan diri, intonasi suara, ekspresi dan lainnya. Keenam, memberikan komentar dengan kalimat positif. Ketujuh, memberikan komentar dengan kalimat positif, misalnya “bagus…’, “lebih giat lagi belajarnya…” dan lainnya.

Kedelapan, perhatikan usaha, bukan hasil. Hindari fokus pada hasil, nilai, atau peringkat anak. Hargai segala pencapaian yang telah ia dapat, sekecil apapun itu.

Setelah penerapan strategi memotivasi belajar dilaksanakan maka tercapailah harapan yang diinginkan guru untuk mewujudkan siswa yang lebih baik. Adapun manfaat perencanaan pembelajaran lainnya adalah untuk sumber pembelajaran yang tepat. Cara belajar yang tepat membuat semua lebih baik dan pelajaran yang di lakukan lebih baik dan mudah dimengerti. Dan terbukti hasil belajar siswa meningkat. (ce3/lis)

Baca juga:   Jigsaw Puzzle Jitu Mempercepat Hafalan Surat Pendek

Guru PAIBP SDN Ambokembang, Kec. Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya