Pemberian Soal HOTS Tingkatkan Kemampuan Berpikir Siswa

Oleh : Sabariman S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PERKEMBANGAN teknologi yang semakin maju dan modern pendidikan dituntut untuk dapat membuat anak berpikir lebih kritis dan kreatif. Dalam hal ini, guru menjadi tumpuan untuk menciptakan pendekatan dan strategi pembelajaran yang sesuai. Masih banyak ditemui anak yang berpikirnya masih rendah atau tidak berkembang. Hal ini dapat disebabkan dari berbagai macam faktor yang mungkin datang dari lingkungan keluarga, masyarakat, atau lingkungan sekolah untuk melakukan interaksi belajar. Mungkin ketika mereka melakukan aktivitas belajar di sekolah, masih berfokus pada hafalan saja atau menggunakan pola Low Order Thinking Skill (LOTS) yang membuat siswa selalu berada zona nyaman tanpa adanya tantangan.

Ada beberapa cara untuk menghindari keadaan ini, misalnya menggunakan pola Higher Order Thinking Skills (HOTS). Dimana siswa diberikan soal-soal tingkat tinggi yang menuntut untuk diselesaikan dari sudut pandang masing-masing. Sesuai namanya, HOTS merupakan suatu proses berpikir peserta didik dalam level kognitif yang lebih tinggi dari berbagai konsep dan metode kognitif dan taksonomi pembelajaran yang sudah ada, seperti problem solving, bloom original (1956). HOTS merupakan hasil pengembangan konsep dan metode sebelumnya yang meliputi kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kreatif, berpikir kritis, kemampuan berargumen, dan kemampuan mengambil keputusan (Dinni, 2018 dalam jurnal PRISMA 1).

Baca juga:   Media YouTube Permudah Pembelajaran Daring Akuntansi SMA

Pola HOTS ini menjadi pendekatan pembelajaran yang paling sesuai karena siswa dilatih memecahkan persoalan-persoalan yang ditemui dan berusaha membuat solusi terbaik berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya. Urutan tingkatan HOTS terdiri atas menghafal (remembering), memahami (understanding), menerapkan (applying), menilai (evaluating), dan mencipta (creating). Inti dari pola ini sesungguhnya yaitu kemampuan memecahkan segala persoalan dengan nalar sehingga pembelajarannya tidak hanya bertanya tentang apa, tetapi bagaimana persoalan itu dapat diselesaikan sesuai nalar.

Sebelum memberikan pemahaman HOTS ke siswa, guru harus terlebih dahulu dilatih dengan HOTS dan cara membuat soal-soal HOTS yang benar. Jangan sampai soal yang diberikan tidak relevan dan justru mempersulit atau membebani siswa, atau membuat soal yang tidak ada pemecahannya. Nanti yang terjadi bukannya kemampuan anak meningkat, tapi justru sebaliknya anak menjadi malas berpikir. Pemberian soal HOTS misalnya pada pembelajaran- pembelajaran yang memerlukan pemikiran luas seperti pembelajaran IPS di SD pada kelas tinggi yang lingkupnya sudah mendunia, seperti karakteristik benua, negara, dan penduduknya dengan karakteristik yang berbeda-beda satu sama lainnya. Pada pembelajaran matematika misalnya mengenai jaring-jaring bangun ruang, menentukan skala, debit dengan satuan yang berbeda. Pada pembelajaran bahasa Indonesia misalnya, membuat kalimat efektif dengan menggunakan kata-kata baku. Pada pembelajaran IPA misalnya karakteristik hewan dan tumbuhan.

Baca juga:   Komunikasi dengan Orang Tua Siswa Jadikan Pembelajaran PABP Efektif

Dengan pembiasaan atau seringnya menggunakan soal HOTS dalam setiap pembelajaran di kelas, khususnya kelas tinggi, maka secara otomatis akan berdampak pada siswa dimana kemampuan berpikir siswa akan lebih meningkat dan siswa menjadi tidak vakum, siswa mampu menyelesaikan berbagai macam masalah dengan kemampuannya masing-masing. Hal ini akan mempermudah guru di dalam mencapai tujuan pembelajaran dan mencapai target ketuntasan belajar. Dengan ini pula, guru akan lebih mudah mengukur dan memahami sejauhmana kemampuan yang dimiliki anak didiknya untuk dijadikan bahan acuan dalam pembuatan soal HOTS. Selanjutnya disesuaikan dengan kemampuan yang dimilikinya tanpa membuat anak menjadi bingung. (pg2/ida)

Guru SDN 04 Asemdoyong, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya