Meningkatkan Karakter Siswa melalui Budaya Literasi Digital

Oleh : Sukeni ,S.Pd.,M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Covid-19 telah memberikan perubahan yang sangat besar terhadap kegiatan belajar mengajar. Proses pembelajaran berubah dari papan tulis menuju papan virtual, dari kelas konvensional menuju kelas online, dan juga dari seminar-seminar tradisional menuju webinar yang terus disemarakan. Meskipun pada penerapannya tidak mudah sebagaimana dialami penulis di SD Negeri 01 Galangpengampon Wonopringgo masih belum menjadi budaya dalam pemanfaatan digital. Hal ini menjadi bahan kajian penulis untuk menerapkan budaya literasi digital sebagai suatu solusi.

Menurut Elizabeth Sulzby (1986) literasi ialah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan menulis dan membaca.

Pengembangan program literasi dapat dilakukan dengan berbagai inovasi kegiatan yang kreatif dan bersifat kekinian. Budaya literasi digital di sekolah ini menjadi suatu program yang sangat penting untuk dilaksanakan, dimana sekolah dan kepala sekolah haruslah bijak dalam menanggapi isu-isu global seperti teknologi digital. Kepala sekolah harus memiliki kemampuan dalam mengembangkan program, dapat mempertimbangkan baik dan buruk program tersebut serta memiliki kompetensi dalam mengukur kekuatan dan kelemahan yang ada disekolah.

Baca juga:   Literasi Digital di Era Digital

Ada dua program dari budaya literasi digital, Comment on Status dan My Video on Youtube. Program Comment on Status merupakan kegiatan siswa untuk memberi komentar terhadap status guru. Sebelumnya guru membagikan statusnya yang menimbulkan keingintahuan siswa atau hal baru, memantik suatu diskusi, menggugah siswa untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya dan pada akhirnya guru menyimpulkan dari seluruh komentar menjadi suatu bacaan.

Program My Video on Youtube merupakan kegiatan siswa yang diarahkan untuk membuat video dokumentasi yang berisi tentang konten-konten budaya atau ketertarikan terhadap suatu objek, tentunya kegiatan ini disesuaikan dengan kondisi dan keadaan fasilitas yang dimiliki oleh siswa dan sekolah. Pembuatan video ini selain untuk menambah literasi siswa yang dituangkan dalam bentuk video juga melatih karakter siswa untuk berani tampil di depan, berbicara di depan orang banyak melalui virtual.

Peran guru dan dukungan orangtua menjadi kesuksesan program My Video on Youtube. Guru berperan memberikan arahan bagaimana cara membuat video dan dishare diyoutube melalui berbagai contoh atau pemodelan yang ditayangkan kepada siswa. Kemudian siswa bersama guru merancang konten-konten sederhana, menarik dan edukatif. Orangtua berperan melalukan pengawasan karena pengambilan gambar jelas akan melibatkan orangtua.

Baca juga:   Literasi Digital, Alternatif Pembelajaran Masa Depan

Video yang telah dihasilkan kemudian di-upload di akun media sosial masing-masing siswa. Setiap video yang di upload tersebut di informasikan kepada kelasnya untuk ditonton dan diberikan like and comment. Siswa diminta untuk memberikan komentar secara alami dan sopan santun yang berkaitan dengan arah pengembangan dan perbaikan.

Membangun budaya literasi digital ini menurut pengamatan penulis sangat penting sebagai solusi mengeksplorasi informasi sebanyak –banyaknya yang paling memungkinkan dan terbaik untuk mendukung belajar di masa pandemi, membangun karakter siswa yang kreatif dalam pemanfaatan teknologi dan era digital, menjadi pribadi yang tidak gagap secara dasar sudah menguasai internet. (ce3/ton)

Kepala Sekolah SDN 01 Galangpengampon Wonopringgo

Author

Populer

Lainnya