Bikin Gemes Belajar Zakat dengan KCS

Oleh : Eni Rohaini, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan, atau suatu pengertian. Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha, suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya. Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. Konsep ini mengandung dua hal: pertama; usaha untuk menguasai, Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar, kedua; sesuatu yang baru dalam arti hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar.

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Sehubungan dengan tugas ini, guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut, diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat. Guru menjadi cenderung menggunakan metode konvensional yakni proses belajar dengan metode ceramah dari awal sampai akhir pembelajaran. Yang dilanjutkan dengan menyuruh siswa mengerjakan latihan saat guru selesai menjelaskan pelajaran. Keadaan demikian yang terus menerus dilakukan guru akan membuat cepat bosan dalam belajar.

Baca juga:   Menyenangkan Belajar Tematik dengan Alat Peraga 2D

Pada akhirnya penulis menciptakan sebuah media pembelajaran yang diikuti dengan permainan dan nyanyian. Yaitu Media KCS (Kartu Cerdas Siswa). Dengan menerapkan media kartu ini pada pembelajaran PAIBP di kelas 6 ini peserta didik, lebih antusias untuk belajar dan mudah memahami materi tentang zakat. Adanya media KCS dapat memberikan variasi dalam pembelajaran PAIBP. Peserta didik dapat menyebutkan materi secara lancar. Alat dan bahan : kertas kado, kertas padi, kertas kado, lem, kertas padi, karton, stick es, lakban, origami, double tip, staples, pensil, dadu, pita.

Cara pembuatannya adalah: Pertama, kertas padi yang (tebal) kita bagi dua, kemudian distaples supaya agak tebal, dilapisi dengan kertas karton sampai kertas padi tertutup semua dan rapikan. Dengan cara menstaples kedua kertas tersebut. Kedua, Kita membuat amplop, dengan kertas origami, lalu kita lipat ujung dengan ujung membentuk suatu kantong. Kantong origami untuk menyimpan soal materi zakat. Kantong amplop diberi nomor supaya tidak tertukar dan menarik. Ambil stik es untuk ditempelkan pada kertas oigami tadi dengan solasi double tip, pasangkan sebagian saja, sehingga stik bisa dipegang. Cara penggunaannya: setelah guru menjelaskan dari materi zakat, maka guru akan menggunakan met talking stik, kemudian siswa menyuruh menyanyikan lagu, ketika lagu berhenti, siswa yang mendapat pita terakhir maka akan harus mengambil dadu untuk menetukan nomor soal yang sudah disiapkan pada amplop berwarna. Seandainya siswa bisa menjawab soal dari pertanyaan tersebut, maka guru akan memberikan reward. Dan jika siswa tidak bisa menjawab soal maka akan mendapat hukuman ringan.

Baca juga:   Penilaian Sikap Spritual dengan Daily Jounal dalam Pembelajaran Daring

Dengan media pembelajaran, suasana kelas akan lebih fresh dan siswa dapat lebih berkonsentrasi, terlebih ketika media pembelajaran yang digunakan bersifat unik dan menarik. Terbukti hasil belajar peserta didik kelas 6 SDN 02 Podo semakin meningkat dan tuntas nilai di atas KKM. (ce3/zal)

Guru SDN 02 Podo, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya