Publikasikan Karya Siswa melalui Media Sosial

Oleh : Budi Wahyono

spot_img

RADARSEMARANG.ID,MELIHAT, membaca koran, majalah, siswa meraih juara memegang piala atau mendapat medali sebagai pelajar berprestasi atau lainnya sangatlah bangga. Bahkan muncul pertanyaan apakah hanya siswa berprestasi yang dipublikasikan?

Selama ini guru masih terbiasa hanya menilai dari hasil tugas siswa, penilaian harian, penilaian tengah semester, semesteran ujian sekolah, serta kegiatan belajar mengajar lainnya. Bahkan, disibukkan dengan perencanaan mengajar, membuat dan mencari sumber belajar, membuat media belajar. Kemudian mengumpulkan hasil pekerjaan siswa sebagai portofolio guna penilian kinerja guru, penilian kerja kepala sekolah. Hal ini menjadi kebiasaan tradisi. Muncul pertanyaan apakah tujuan publikasi karya siswa? Adakah manfaat publikasi karya siswa? Bagaimana cara mempublikasikanya?
Pengertian publikasi karya siswa, batasan sederhananya mempublikasikan/memposting hasil pekerjaan belajar siswa pada media cetak atau elektronika. Tujuan publikasi karya siswa meliputi, 1) bagi siswa, mengerjakan tugas yang diberikan guru mata pelajaran, memiliki semangat belajar, dan memperoleh nilai baik. 2) Bagi guru, melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar, memotivasi siswa giat belajar, melaporkan hasil kegitan belajar mengajar. 3) Bagi satuan pendidikan sekolah, menetapkan visi misi sekolah, membuat program kerja sekolah, penilaian kerja kepala sekolah serta akreditasi sekolah.

Baca juga:   Contextual Teaching Learning Tingkatkan Prestasi Keberagaman Masyarakat

Sedangkan manfaat yang diharapkan, 1) bagi siswa, merasa bangga akan kemapuan belajarnya, memiliki dokumen yang dipublikasikan di media sosial, dan kenangan belajar. 2) Bagi guru, memiliki bukti kegiatan belajar mengajar foto, video dipublikasikan, dokumen publikasi dapat digunakan sebagai penilaian kinerja guru, penilaian kerja kepala sekolah, melaksanakan program kerja sekolah pada sistim infomasi manajemen. 3) Bagi satuan pendidikan, dasar perencanaan pembuatan, perbaikan program kerja sekolah, terlaksananya sistem infomasi manajemen sekolah, dan dokumen akreditasi sekolah.
Perlu diketahui, kegiatan belajar mengajar landasan pertama yang dipakai menerapkan empat standar kopetensi yaitu, 1) Permendiknas nomor 20 tahun 2016 tentang standar kelulusan. 2) Permendiknas nomor 21 tentang standar isi. 3) Permendiknas nomor 22 tentang standar proses. 4) Permendiknas nomor 23 tentang standar penilaian. Mengambil pokok bahasan yang dilaksanakan pada kelas VII, semester I materi norma pada penilaian sikap guru membuat pertanyaan dalam bentuk angket. Yakni, 10 kuis pertanyaan dibagikan pada siswa dengan opsi pilihan jawaban ya dan tidak untuk menggiring siswa menjawab ya di atas 70 persen. Pengolahan data dari hasil jawaban 32 siswa dianalisa hasil angket dipersentasekan menurut nomor urut pertanyaan angket. Diperoleh hasil siswa menjawab, yakni setuju diposting, mengerjakan dengan baik, ingin memperoleh nilai baik, bersaing dengan teman, memiliki motivasi sebagai kenangan.

Baca juga:   Pembelajaran Empati terhadap Sesama melalui Sosiodrama

Kegiatan postingan pada media sosial SMPN 3 Weleri sejak 2015, berupa kegiatan belajar mengajar lembar tugas, pembiasaan peringatan keagamaan, upacara bendera, jalan sehat senam, kegiatan lomba siswa berprestasi, Mapsi, liga basket Kendal, gerak jalan, dan karnaval kemerdekaan RI. Kesimpulan mempublikasikan karya siswa memiliki berbagai manfaat yang dapat diperoleh siswa, guru, dan satuan pendidikan. (lbs1/ida)

GMP PPKn SMPN 3 Weleri, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya