Pembatas Teksturnaga pada Pencernaan Makanan di Era Pandemi

Oleh: Yulianah, S.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sejak diterapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan belajar dari rumah (BDR) pertengahan Maret 2020, banyak kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran daring. Terutama untuk sekolah daerah pinggiran. Menghadapi dampak BDR yakni siswa merasa jenuh, tidak bersemangat dan tugas-tugas tidak terselesaikan, guru dituntut untuk menggali berbagai pendekatan agar siswa termotivasi untuk menyelesaikan tugasnya.

Contoh pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan selama PJJ adalah pembelajaran berbasis aktivitas kontekstual rumah dan keluarga atau disebut “pembatas teksturnaga”.
Johnson (2006) mengungkapkan pendekatan kontekstual adalah pembelajaran yang bertujuan menolong siswa melihat makna di dalam materi akademik dengan konteks kehidupan keseharian mereka. Di sisi lain kesiapan belajar siswa bisa muncul karena adanya faktor dari diri siswa maupun lingkungannya.

Faktor lingkungan keluarga di antaranya cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, dan pengertian orang tua. Penelitian Lilawati (2020) menunjukkan peran orang tua dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di rumah sangat berpengaruh tingkat penerapan pembelajaran di rumah selama masa pademi Covid-19. Pengaruh yang paling terasa adalah orang tua sebagai motivator.
Kegiatan belajar dari rumah dengan “pembatas teksturnaga”, fokus pada langkah-langkah pembelajaran yang berbasis aktivitas kontekstual di rumah bersama keluarga. Rencana pelaksanaan pembelajaran disusun dengan mengacu pada konsep praktikum dari rumah. Berupa aktivitas yang biasa dilakukan di rumah bersama orang tua dengan menggunakan alat-alat atau bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar.

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Contoh aktivitas pembelajaran siswa yang ditugaskan pada pelajaran IPA kelas 8 materi sistem pencernaan makanan pada manusia adalah, membantu orang tua memasak, sambil mengidentifikasi kandungan zat gizi pada bahan makanan dan menganalisis keterpenuhan gizi berdasarkan makanan yang dimasak.

Aktivitas lain dapat berupa membantu orang tua mencuci pakaian sambil belajar menganalisis jumlah serapan air pada kain berbahan handuk atau berbulu dengan kain berbahan yang halus atau licin. Kemudian menganalogikannya dengan dinding usus. Untuk selanjutnya menyimpulkan fungsi fili usus pada sistem pencernaan.

Aktivitas selanjutnya siswa dapat menganalisis proses pencernaan makanan dengan mengingat kembali kegiatan sebelumnya kemudian menganalogikan kegiatan mengucek (menggiling) pakaian dan penggunaan sabun sebagai bentuk proses pencernaan makanan. Kemudian siswa menyimpulkan mekanisme pencernaan mekanik dan kimiawi serta fungsi enzim.

Supaya lebih semangat, siswa diminta untuk mengirimkan foto aktivitas bersama keluarga serta menuliskan hasil aktivitasnya pada buku tugas sebagai laporan buku proyek siswa.
Pembatas teksturnaga yang diterapkan di SMP Negeri 2 Kejobong, Kabupaten Purbalingga membawa perubahan suasana BDR menjadi lebih kondusif. Siswa menjadi gembira menjalani BDR dengan didampingi orang tua masing-masing. Kondisi siswa yang semangat membawa dampak positif pula pada peningkatan kemampuan kognitifnya. Selain itu guru menjadi lebih kreatif memilih aktivitas siswa agar siswa merasakan BDR sebagai kegiatan yang menyenangkan.

Baca juga:   Problem Based Learning Tingkatkan Pemahaman Pecahan

Pembatas teksturnaga direkomendasikan untuk sekolah dengan kondisi serupa. Demikian pula untuk mata pelajaran lain atau kolaborasi beberapa mata pelajaran.

Pendekatan ini menjadi sulit diterapkan ketika dihadapkan pada kurangnya kesadaran orang tua terhadap pendampingan belajar anak atau hubungan kurang harmonis antar-anggota keluarga. Namun dapat diselesaikan dengan komunikasi aktif dan efektif antara pihak sekolah dengan orang tua siswa. Keberhasilan PJJ dengan siswa BDR, ditentukan oleh kinerja guru dan sekolah. Guru yang aktif, kreatif dan inovatif serta manajemen sekolah yang solid menjadi kunci keberhasilan sekolah. (pm1/lis)

Guru IPA SMPN 2 Kejobong, Kabupaten Purbalingga

Author

Populer

Lainnya